Stok Beras Bulog Jambi Masih Terbatas
- 23 Jan 2026 09:45 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kondisi stok beras di gudang Bulog wilayah Jambi saat ini masih tergolong minim. Keterbatasan tersebut dipengaruhi oleh fungsi sejumlah gudang Bulog yang harus melayani lebih dari satu kabupaten.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan gudang Bulog yang berada di Kabupaten Merangin saat ini melayani kebutuhan dua kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Bungo dan Sarolangun.
“Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terus meningkat, sementara cadangan dan produksi pangan di kabupaten dan kota juga terus bertambah,” ujarnya, Sabtu 10 Januari 2026.
Kondisi serupa, lanjut Johansyah, juga terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang hingga kini masih memanfaatkan gudang beras milik Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Begitu pula dengan wilayah Kerinci yang saat ini gudang Bulog-nya hanya melayani Kota Sungai Penuh, padahal Kerinci juga merupakan daerah produsen padi.
“Kerinci seharusnya sudah memiliki gudang Bulog sendiri karena merupakan daerah penghasil beras,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi mendorong pembangunan gudang beras Bulog baru yang akan dibantu oleh pemerintah pusat. Johansyah menyebut, Direktorat Bulog Pusat telah menyampaikan rencana pembangunan gudang dan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi di tiga kabupaten.
“Untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur, rencananya akan dibangun gudang Bulog sekaligus bantuan RMU untuk penggilingan padi,” jelasnya.
Namun demikian, realisasi pembangunan tersebut masih menunggu kesiapan daerah, khususnya terkait penyediaan lahan. Ia menegaskan, dukungan DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga sangat dibutuhkan agar aset tanah dapat segera disiapkan.
“Bulog pusat siap membantu pembangunan gudang, sementara daerah menyiapkan aset tanahnya. RMU juga akan kita bantu,” katanya.
Johansyah menambahkan, Kabupaten Bungo sebenarnya telah memiliki gudang beras, namun belum dilengkapi RMU dengan kapasitas besar. Karena itu, ia berharap tiga kabupaten tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Bulog Pusat agar produksi padi daerah dapat terserap maksimal.
“Dengan adanya gudang Bulog di Kerinci dan Tanjung Jabung Timur, produksi padi bisa disimpan dan dimanfaatkan sebagai stok cadangan,” ujarnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Johansyah memperkirakan pembangunan gudang Bulog baru dapat dimulai pada pertengahan 2026, setelah seluruh persyaratan aset dan administrasi diselesaikan.
Sementara itu, ia memastikan cadangan beras pemerintah daerah masih dalam kondisi aman. Saat ini, Provinsi Jambi memiliki cadangan beras hampir 36 ton yang diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga sekitar lima bulan ke depan.
“Cadangan beras ini disiapkan untuk antisipasi bencana, bantuan pascabanjir, serta daerah rawan pangan di kabupaten dan kota,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....