Raih Keberkahan Ramadhan dengan Perbanyak Amalan Sunnah
- 12 Mar 2026 18:23 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Bulan Ramadhan selalu datang membawa berkah bagi umat Islam. Bukan hanya sebagai waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Alloh Subhana Wa Ta’ala melalui berbagai ibadah.
Meskipun demikian, banyak di antara kita yang cenderung melupakan sunnah-sunnah Rasululloh SAW yang dapat menyempurnakan ibadah puasa. Sunnah-sunnah ini memiliki nilai yang sangat tinggi dan bisa mendatangkan pahala yang berlipat. Dalam dialog interaktif Ramadhan di RRI Jambi edisi Kamis 12 Maret 2026, narasumber yaitu Ustadzah Dra. Hj. Suhartini menyampaikan, terkait mengapa banyak amalan sunnah yang terlupakan.
Menurut para ulama, terdapat beberapa alasan mengapa banyak sunnah yang terabaikan. Beberapa orang menganggapnya sepele dan kurang penting, sementara yang lain mungkin lebih sibuk dengan aktivitas duniawi atau terpengaruh oleh godaan hawa nafsu. Dengan menghidupkan sunnah-sunnah tersebut, kita dapat memperoleh keberkahan lebih besar, serta menyempurnakan ibadah puasa kita.
Berikut ini adalah beberapa sunnah Rasululloh SAW di bulan Ramadhan yang sering kali dilupakan oleh umat Islam, meskipun amalan tersebut memiliki banyak keutamaan.
- Menyegerakan Berbuka Puasa
Menyegerakan berbuka adalah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ?. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasululloh bersabda:
"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka" (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, banyak orang yang sering menunda-nunda berbuka karena menunggu hidangan lengkap atau terlalu sibuk. Padahal, menyegerakan berbuka puasa merupakan amalan yang membawa keberkahan, sesuai dengan petunjuk Rasululloh SAW.
2. Berbuka dengan Kurma atau Air Putih
Rasululloh mengajarkan umatnya untuk berbuka dengan kurma terlebih dahulu, dan jika tidak ada, maka berbuka dengan air putih. Beliau bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma, sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih" (HR. Abu Dawud).
Namun, sering kali orang lebih memilih makanan berat daripada mengikuti sunnah ini. Padahal, berbuka dengan kurma atau air memiliki manfaat kesehatan dan mendatangkan keberkahan bagi yang melakukannya.
3. Mengakhirkan Sahur
Sahur adalah waktu yang penuh berkah. Rasululloh SAW bersabda:
"Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terkandung berkah" (HR. Bukhari dan Muslim).
Amalan mengakhirkan sahur mendekati waktu fajar juga sangat dianjurkan, karena dapat memberikan kekuatan bagi tubuh selama menjalani ibadah puasa. Sayangnya, banyak orang yang terburu-buru dalam sahur atau bahkan melewatkannya sama sekali. Padahal, mengakhirkan sahur adalah sunnah yang memiliki banyak manfaat.
4. Membaca Do’a Berbuka
Do’a saat berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Namun, sering kali umat Islam lupa membaca doa berbuka karena tergesa-gesa menyantap makanan. Rasululloh mengajarkan doa yang sangat singkat namun penuh makna:
"Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka" (HR. Abu Dawud).
Selain itu, ada doa lainnya yang mengandung syukur atas nikmat berbuka:
"Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah" (HR. Abu Dawud).
Membaca doa berbuka ini adalah sunnah yang membawa banyak keberkahan dan pengakuan akan nikmat dari Alloh.
5. Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa
Memberi makan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka adalah salah satu sunnah yang sangat ditekankan dalam Islam. Rasululloh bersabda, yang artinya:
"Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga" (HR. Tirmidzi).
Amalan ini sangat mudah dilakukan dan memiliki pahala yang luar biasa besar. Memberikan makanan atau bahkan seteguk air kepada orang yang berpuasa sudah termasuk dalam amalan mulia ini.
6. Menjaga Lisan dari Perkataan Kotor dan Sia-sia
Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan anggota tubuh dari perbuatan dosa, termasuk menjaga lisan dari perkataan kotor atau fitnah. Rasulullah SAW, bersabda yang artinya:
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya" (HR. Bukhari).
Meskipun terdengar sederhana, menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia adalah salah satu kesunahan yang sangat penting dalam bulan Ramadhan.
7. Mandi Besar Sebelum Fajar
Bagi orang yang dalam keadaan junub, haid, atau nifas, disunnahkan untuk mandi sebelum terbit fajar agar dapat memulai puasa dalam keadaan suci.
Hal ini sering kali terlupakan karena orang sering menunda mandi sampai pagi. Padahal, selain untuk bersuci, mandi sebelum fajar juga membantu tubuh merasa segar sepanjang hari.
8. Shalat Sunnah Qabliyah Subuh
Shalat sunnah qabliyah subuh adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
"Dua rakaat shalat fajar (qabliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya" (HR. Muslim).
Shalat sunnah ini membantu umat Islam untuk memulai hari dengan ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah.
9. Memperbanyak Dzikir Pagi dan Petang
Dzikir pagi dan petang adalah amalan sunnah yang dapat dilakukan di sela-sela aktivitas sehari-hari. Dzikir ini tidak hanya menjaga hati tetap tenang, tetapi juga membawa keberkahan. Rasululloh bersabda, yang artinya:
"Berzikirlah (ingatlah) kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu" (QS. Al-Baqarah: 152).
Dengan menjaga lisan tetap basah dengan dzikir, kita bisa mendekatkan diri kepada Allah, bahkan di tengah kesibukan.
10. Tadarus Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan sangat dianjurkan karena bulan ini adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Rasululloh bersabda:
"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya" (HR. Muslim).
Tadarus Al-Qur'an, terutama di bulan Ramadhan, memberikan peluang bagi umat Islam untuk memperoleh syafaat di akhirat.
11. I'tikaf di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
I'tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah, adalah sunnah yang sangat dianjurkan di sepuluh hari terakhir Ramadhan. I'tikaf ini memiliki keutamaan besar, terutama karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Rasululloh SAW biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.
Terdapat beberapa alasan mengapa sunnah-sunnah tersebut sering dilupakan, di antaranya adalah dianggap sepele, kesibukan duniawi, dan godaan hawa nafsu. Rasululloh SAW mengingatkan kita untuk tidak meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun itu hanya berupa senyuman kepada saudara.
Dengan memahami keutamaan dan manfaat dari sunnah-sunnah ini, diharapkan kita dapat menghidupkan Ramadhan dengan amal ibadah yang lebih maksimal.