Mendidik Anak Belajar Puasa sejak Dini : Bisa karena Terbiasa

  • 10 Mar 2026 12:16 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Puasa di Bulan Ramadan merupakan ibadah yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang telah baligh, berakal, dan memenuhi syarat lainnya. Namun, dalam prakteknya, banyak orang tua mulai mengenalkan puasa kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bentuk pendidikan karakter dan pembiasaan ibadah.

Menurut Ustadz Muhammad Ilham, S.Ud., M.Ag, dalam ajaran Islam pendidikan ibadah memang sebaiknya dikenalkan terlebih dahulu sebelum datangnya kewajiban. Hal ini bertujuan agar anak tidak merasa asing ketika kelak sudah diwajibkan menjalankan ibadah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa anak kecil memang belum memiliki kewajiban untuk berpuasa karena belum mencapai usia baligh. Meski demikian, proses pembelajaran tetap penting agar anak terbiasa menjalankan ibadah sejak dini.

“Menurut ajaran Islam, pendidikan ibadah itu memang lebih dulu sebelum datangnya kewajiban. Anak kecil memang belum diwajibkan untuk berpuasa, karena syarat wajib puasa itu harus baligh dan berakal,” ujar Ustadz Ilham.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa tujuan utama dari puasa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 adalah agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Namun, nilai ketakwaan tersebut tidak muncul secara instan ketika seseorang telah dewasa.

“Yang namanya takwa ini tidak otomatis ketika anak sudah besar langsung menjadi orang yang bertakwa. Tidak. Jadi perlu pembiasaan. Kalau bahasa saya, bisa karena terbiasa,” jelasnya.

Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan baik tersebut sejak anak masih kecil. Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap, anak akan lebih mudah menjalani puasa ketika sudah mencapai usia wajib.

Dalam mendidik anak berpuasa, Ustadz Ilham juga mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan anak untuk menjalankan puasa secara penuh. Ia mencontohkan praktik yang dilakukan para sahabat Nabi dalam melatih anak-anak mereka.

Dalam sebuah riwayat dari sahabat Rubayyi’, anak-anak dilatih berpuasa dengan cara yang menyenangkan. Ketika anak mulai merasa lapar, orang tua mengalihkan perhatian mereka dengan permainan hingga tiba waktu berbuka.

“Para sahabat dalam melatih anak-anak berpuasa tidak memaksa. Jika anak merasa lapar, dialihkan dengan mainan sampai akhirnya tiba waktu Maghrib untuk berbuka,” ungkapnya.

Pendekatan yang lembut dan menyenangkan dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai ibadah kepada anak. Dengan cara tersebut, anak tidak merasa terbebani, melainkan justru menikmati proses belajar berpuasa.

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara bertahap dan tanpa paksaan, diharapkan anak dapat tumbuh dengan pemahaman yang baik tentang makna ibadah puasa serta nilai-nilai ketakwaan yang ingin dicapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....