Kue Pilin Cemilan Tradisional Tetap Eksis
- 20 Jul 2026 00:20 WIB
- Jambi
RRI. CO. ID,Jambi - Di tengah maraknya aneka camilan modern, kue pilin masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang digemari masyarakat Indonesia. Kue bercita rasa gurih dan renyah ini dikenal dengan bentuknya yang dipilin atau diputar menyerupai tali, sehingga menjadi asal-usul namanya. Meski sederhana, kue pilin memiliki cita rasa khas yang mampu membangkitkan kenangan masa kecil bagi banyak orang.
Kue pilin banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dengan sedikit perbedaan pada bahan maupun cara pengolahannya. Umumnya, kue ini dibuat dari tepung terigu, telur, margarin, gula, garam, dan santan. Adonan kemudian dipilin membentuk spiral memanjang sebelum digoreng hingga berwarna kuning keemasan dan teksturnya menjadi renyah.
Sebagian pembuat kue pilin juga menambahkan wijen sebagai pelengkap untuk memberikan aroma yang lebih harum serta cita rasa yang semakin nikmat. Kini, inovasi rasa pun mulai bermunculan, seperti varian keju, balado, pedas, hingga rasa manis yang disesuaikan dengan selera konsumen masa kini.
Selain menjadi camilan sehari-hari, kue pilin juga kerap hadir saat hari raya, acara keluarga, hingga hajatan. Teksturnya yang tahan lama membuat kue ini cocok disimpan dalam toples dan disajikan kepada tamu. Tak heran jika banyak pelaku usaha rumahan menjadikan kue pilin sebagai produk andalan yang memiliki nilai ekonomi.
Proses pembuatan kue pilin memang membutuhkan ketelatenan, terutama saat membentuk adonan agar menghasilkan pilinan yang rapi dan seragam. Namun, proses tersebut justru menjadi ciri khas yang membedakannya dari camilan lainnya. Keterampilan ini biasanya diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga.
Di sejumlah daerah, usaha produksi kue pilin masih bertahan sebagai bagian dari industri rumahan. Kehadirannya tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga ikut menjaga kelestarian kuliner tradisional Indonesia. Dengan memanfaatkan pemasaran melalui media sosial dan platform perdagangan digital, jangkauan pasar kue pilin kini semakin luas.
Pakar kuliner menilai keberadaan jajanan tradisional seperti kue pilin merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. Selain mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan sederhana, kue tradisional juga menjadi identitas kuliner yang patut dijaga agar tidak tergeser oleh makanan modern.
Masyarakat pun diharapkan terus mengenalkan kue pilin kepada generasi muda. Langkah sederhana seperti menyajikannya dalam acara keluarga, mendukung produk UMKM lokal, hingga mempromosikannya melalui media digital dapat membantu menjaga eksistensi camilan tradisional ini.
Dengan rasa yang renyah, aroma yang khas, dan nilai budaya yang melekat, kue pilin membuktikan bahwa jajanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan warisan kuliner Nusantara yang layak dilestarikan dan terus dinikmati lintas generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....