Kenali Makanan Pemicu Obesitas yang Sering Dikonsumsi
- 10 Sep 2026 11:30 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Banyak orang yang merasa tidak percaya diri dengan berat badan mereka. Meningkatnya kasus obesitas di seluruh dunia juga mendorong munculnya diet dan makanan antiobesitas di pasaran. Meskipun di satu sisi mereka mempromosikan pola makan sehat, terlalu mengandalkannya secara membabi buta bisa lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko bagi kesehatan. Para ahli gizi telah menegaskan pentingnya memerangi obesitas dengan makanan alami yang tepat, aktivitas fisik yang memadai, dan gaya hidup sehat. Namun, daya tarik dari smoothie mewah, granola bar, dan produk bebas gluten terlalu kuat untuk diabaikan banyak orang.
Yang perlu diingat dalam perjalanan antiobesitas Anda adalah bahwa apa pun yang terlalu banyak tidaklah baik, termasuk makanan sehat.
Berikut beberapa makanan pemicu obesitas yang sering dikonsumsi:
1. Jus dan Smoothie
Meskipun jus dan smoothie kaya akan nutrisi, keduanya juga kaya akan kalori. Satu apel/jeruk ukuran sedang akan membuat Anda merasa lebih kenyang daripada minum segelas jus apel/jeruk yang terdiri dari 4-5 jeruk.
2. Produk Bebas Gluten
Gluten memiliki reputasi buruk sebagai makanan yang tidak sehat. Faktanya, gluten hanyalah protein yang terdapat dalam gandum, jelai, dan gandum hitam, dan beberapa orang memang sensitif terhadap gluten, tetapi tidak semua orang. Produk roti yang bebas gluten belum tentu sehat dan mengandung banyak gula serta kalori.
| Baca juga: Minum Yoghurt saat Tenggorokan Sakit |
3. Granola Bar/Protein Bar
Kebanyakan granola bar yang tersedia di pasaran biasanya menonjolkan kandungan proteinnya, yang merupakan hal yang baik, tetapi mereka juga memilih untuk tidak menonjolkan kandungan gula yang ada di dalamnya. Gluten bar harus dikonsumsi secukupnya karena 1 batang biasanya mengandung lebih dari 250 kkal.
4. Produk Panggang
Tren ini telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam kategori camilan. Camilan yang dipanggang belum tentu rendah kalori. Camilan ini masih mengandung banyak pengawet, kandungan natrium yang tinggi, dan gula dalam berbagai bentuk.
5. Campuran Berbagai Kacang
Kacang memang sehat, tetapi juga kaya kalori. Karena ukurannya kecil, orang cenderung mengonsumsi lebih banyak dari yang dibutuhkan dan akhirnya mengonsumsi kalori yang tidak diinginkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....