Konsumsi Kayu Manis Berlebihan Bisa Ganggu Aktivitas Obat

  • 07 Sep 2026 09:03 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kayu manis dikenal sebagai rempah yang banyak digunakan dalam makanan dan minuman. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kayu manis dalam jumlah berlebihan, terutama dalam bentuk minyak atau suplemen pekat, berpotensi memengaruhi cara tubuh memproses sejumlah obat.

Penelitian yang diterbitkan dalam Food Chemistry: Molecular Sciences meneliti senyawa cinnamaldehyde, salah satu komponen utama kayu manis. Hasil penelitian menunjukkan senyawa tersebut dapat berinteraksi dengan reseptor tertentu yang berperan dalam proses metabolisme dan pembuangan obat dari tubuh. Kondisi ini secara teori dapat mengubah kadar obat dan berpotensi menurunkan efektivitasnya.

Meski demikian, penelitian tersebut dilakukan menggunakan model laboratorium, bukan uji klinis langsung pada pasien. Karena itu, peneliti menilai masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan seberapa besar pengaruh konsumsi kayu manis terhadap efektivitas obat pada manusia.

Selain potensi interaksi dengan obat, jenis kayu manis juga perlu diperhatikan. Kayu manis jenis cassia mengandung coumarin dalam jumlah lebih tinggi dibandingkan kayu manis Ceylon. Konsumsi dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang dapat menjadi perhatian, terutama bagi orang yang memiliki masalah hati.

Karena itu, penggunaan kayu manis sebagai bumbu makanan dalam jumlah wajar tidak perlu membuat masyarakat khawatir. Namun, bagi orang yang rutin mengonsumsi obat resep, sebaiknya tidak menggunakan suplemen atau ekstrak kayu manis dalam dosis tinggi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Pesan utamanya, bahan alami tetap perlu digunakan secara bijak. "Alami" bukan berarti selalu bebas dari kemungkinan interaksi dengan obat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....