Kabut Asap Jambi Makin Terasa, Warga Diminta Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan

  • 26 Agt 2026 10:11 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, JAMBI – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Kondisi ini membuat kualitas udara memburuk dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan pemantauan terbaru, BMKG Jambi menyebut potensi asap masih terdapat di hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi. Pada 24 Agustus 2026, tercatat 348 titik panas di Jambi, dengan Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.

Di Kota Jambi, kondisi kualitas udara juga sempat memburuk. Pada 24 Agustus, ISPU dilaporkan mencapai angka 230 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap.

Paparan asap dapat membuat saluran pernapasan lebih mudah mengalami iritasi. Keluhan seperti hidung terasa tidak nyaman, tenggorokan kering atau perih, batuk, hingga sesak dapat menjadi lebih berat, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Namun, perlu diingat bahwa pilek dan menggigil tidak selalu disebabkan oleh kabut asap. Jika tubuh mengalami menggigil, demam, nyeri badan, atau kondisi semakin lemah, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan adanya infeksi dan tidak hanya menganggapnya sebagai efek asap.

Untuk mengurangi paparan, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai ketika harus keluar rumah, serta menjaga asupan cairan dan istirahat yang cukup.

Sejumlah langkah perlindungan juga mulai dilakukan di Jambi. Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, misalnya, membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap memburuknya kualitas udara.

Kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang dan aktivitas sehari-hari. Ketika kualitas udara memburuk, kesehatan masyarakat juga ikut dipertaruhkan.

Karena itu, masyarakat Jambi diimbau untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan saat udara sedang tidak sehat. Kalau tubuh mulai memberi tanda seperti batuk, pilek berat, sesak, demam, atau menggigil, jangan diabaikan. Istirahat dan segera cari bantuan medis bila keluhan semakin berat. Jaga diri, jaga keluarga, dan jangan anggap remeh kualitas udara di sekitar kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....