Waspada Penyakit Jantung Incar Usia Muda
- 29 Jun 2026 10:34 WIB
- Jambi
RRI.co.id, JAMBI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi meminta masyarakat untuk semakin peduli dan waspada terhadap ancaman penyakit tidak menular (PTM), khususnya penyakit jantung. Penyakit yang kerap dijuluki sebagai silent killer ini kini tidak lagi hanya menyerang kelompok lanjut usia, melainkan mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif atau generasi muda.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jambi, Kartika Rini, menegaskan bahwa perubahan gaya hidup (lifestyle) yang kurang sehat dan tingginya tingkat stres menjadi pemicu utama bergesernya tren usia penderita penyakit jantung di perkotaan.
Tren Penyakit Jantung Mulai Menyasar Usia Muda
Menurut Kartika Rini, data di lapangan menunjukkan peningkatan temuan kasus gangguan kardiovaskular pada masyarakat yang masih berusia 20 hingga 40 tahunan. Hal ini sangat berkaitan erat dengan kebiasaan hidup modern yang cenderung menetap atau minim aktivitas fisik (sedentary lifestyle).
"Dulu penyakit jantung identik dengan orang tua. Namun sekarang, kami banyak menemukan kasus di mana usia produktif sudah terkena serangan jantung atau menyandang hipertensi kronis. Ini adalah alarm keras bahwa ada yang salah dengan pola hidup harian kita," ujar Kartika Rini, Senin, 29 Juni 2026.
Beliau memaparkan bahwa kombinasi antara konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, tingginya asupan gula dan garam dari makanan siap saji, kebiasaan merokok atau menggunakan rokok elektrik (vape), serta kurangnya waktu tidur akibat beban kerja menjadi 'bahan bakar' utama yang merusak kesehatan pembuluh darah dan jantung sejak dini.
Terapkan Strategi "CERDIK" untuk Jantung Sehat
Sebagai langkah preventif, Dinkes Kota Jambi gencar mengampanyekan perilaku hidup sehat melalui jargon "CERDIK". Kartika Rini mengimbau masyarakat, khususnya anak muda di Kota Jambi, untuk mulai menerapkan prinsip ini secara disiplin demi investasi kesehatan jangka panjang:
C - Cek Kesehatan Secara Berkala: Rutin mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol minimal 6 bulan sekali di Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
E - Enyahkan Asap Rokok: Menghindari rokok dan paparan asapnya yang secara langsung dapat merusak dinding pembuluh darah.
R - Rajin Aktivitas Fisik: Meluangkan waktu minimal 30 menit sehari atau 150 menit seminggu untuk berolahraga, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang.
D - Diet Seimbang: Memperbanyak konsumsi serat dari buah dan sayur, serta membatasi konsumsi makanan berminyak dan tinggi natrium.
I - Istirahat Cukup: Memastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang berkualitas, idealnya 7 hingga 8 jam per hari.
K - Kelola Stres: Menjaga kesehatan mental dengan rekreasi, meditasi, atau melakukan hobi positif agar hormon stres tidak memicu penyempitan pembuluh darah.
"Penyakit jantung itu bisa dicegah. Kuncinya bukan pada obat-obatan mahal saat sudah sakit, melainkan pada komitmen kita hari ini untuk mau mengubah kebiasaan kecil yang buruk," tegas Kartika Rini.
Dinkes Kota Jambi berharap pos-pos pembinaan terpadu (Posbindu PTM) yang tersebar di kelurahan dan kecamatan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga untuk melakukan deteksi dini. Dengan mendeteksi faktor risiko lebih awal, masyarakat dapat terhindar dari risiko serangan jantung mendadak yang fatalitasnya sangat tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....