Waspada akibat Terlalu Lama Mengetik
- 16 Jun 2026 12:14 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Kebiasaan mengetik serta berinteraksi dengan layar perangkat elektronik dalam waktu yang lama dapat memicu berbagai gangguan pada persendian, saraf, dan tendon. Aktivitas yang dilakukan secara berulang tanpa disertai waktu istirahat yang cukup berisiko menimbulkan cedera pada tangan, pergelangan tangan, hingga lengan.
Menurut Dr. Abhisek Barli, ahli bedah penggantian sendi robotik, trauma, dan artroskopi di RS Yashoda Hyderabad, gerakan berulang seperti mengklik tetikus (mouse) dan mengetik dalam waktu lama dapat menyebabkan cedera yang dikenal sebagai Repetitive Strain Injury (RSI) atau cedera akibat gerakan berulang. Sebagaimana dikutip dari Hindustan Times, kondisi ini kini semakin banyak ditemukan pada pekerja kantoran, mahasiswa, profesional teknologi informasi, hingga remaja yang intens menggunakan perangkat digital setiap hari.
Oleh karena itu, Dr. Barli mengingatkan masyarakat yang sehari-hari banyak bekerja dengan komputer atau gawai untuk lebih waspada terhadap berbagai gejala awal. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan antara lain kesemutan, mati rasa pada jari, nyeri pada ibu jari, ketidaknyamanan di pergelangan tangan, penurunan kekuatan genggaman, serta munculnya sensasi terbakar pada lengan bawah.
Menurutnya, gejala RSI sering kali diawali dengan keluhan ringan. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi lebih serius. Karena itu, apabila gejala tidak kunjung membaik atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, penderita disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dr. Barli menjelaskan bahwa penggunaan tangan secara berulang tanpa jeda istirahat yang memadai dapat memicu peradangan kronis pada jaringan dan menyebabkan penekanan saraf. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga dapat mengurangi kemampuan tangan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Untuk menekan risiko kelelahan dan cedera, ia menyarankan agar posisi keyboard dan tetikus diatur sejajar dengan tinggi siku sehingga pergelangan tangan tetap berada pada posisi yang nyaman. Selain itu, pengguna komputer dianjurkan untuk beristirahat sejenak setiap 45 hingga 60 menit, melakukan peregangan pada jari dan pergelangan tangan, serta menjaga postur tubuh yang baik saat bekerja.
Lebih lanjut, Dr. Barli menegaskan bahwa cedera akibat gerakan berulang tidak boleh dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, gangguan dapat terus berlanjut meskipun penderita telah menjalani pengobatan. Bahkan pada kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS), kondisi yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan kelemahan otot tangan, mati rasa berkepanjangan, berkurangnya ketangkasan jari, hingga menurunnya kekuatan genggaman.
Karena itu, menjaga ergonomi saat bekerja, membatasi penggunaan perangkat elektronik secara berlebihan, serta memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tangan merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya gangguan muskuloskeletal dan saraf akibat penggunaan komputer maupun gawai dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....