Makan Pedas Bikin Mules dan Diare, Mitos atau Fakta?
- 26 Mei 2026 07:00 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Banyak orang mengeluhkan perut terasa panas, melilit, hingga bolak-balik ke toilet setelah mengonsumsi makanan pedas. Kondisi tersebut ternyata bukan sekadar mitos, melainkan reaksi alami tubuh terhadap zat aktif yang terkandung di dalam cabai.
Dokter Saddam Ismail menjelaskan, rasa pedas pada cabai berasal dari senyawa aktif bernama capsaicin. Saat masuk ke lambung dan usus, capsaicin akan menempel pada reseptor saraf khusus yang disebut TRPV1, yakni reseptor yang bertugas mendeteksi suhu panas ekstrem di dalam tubuh.
| Baca juga: Tren Minuman Kolagen untuk Kecantikan |
Ketika reseptor tersebut teraktivasi, sistem saraf akan menganggap saluran pencernaan sedang mengalami ancaman atau iritasi akibat panas berlebih. Otak kemudian merespons dengan mengirim sinyal darurat agar sistem pencernaan segera mengeluarkan zat yang dianggap mengganggu tersebut.
Akibatnya, gerakan usus menjadi lebih cepat dari biasanya. Kondisi inilah yang kemudian memicu rasa mulas, perut melilit, hingga diare setelah mengonsumsi makanan yang terlalu pedas.
“Usus akan berkontraksi lebih cepat sehingga muncul rasa melilit bahkan diare setelah makan terlalu pedas,” ujar Dokter Saddam Ismail.
Ia menambahkan, reaksi tersebut bukan berarti seseorang memiliki kondisi perut yang lemah. Menurutnya, mulas setelah makan pedas merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh terhadap sensasi panas dan iritasi yang ditimbulkan oleh capsaicin di saluran pencernaan.
Meski demikian, konsumsi makanan pedas tetap perlu dibatasi, terutama bagi orang yang memiliki gangguan lambung atau pencernaan sensitif. Mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah wajar serta diimbangi pola makan sehat dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan setelah makan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....