Mabuk Perjalanan ternyata Terjadi karena Otak Mengira Tubuh Keracunan
- 23 Mei 2026 17:38 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi: Mabuk perjalanan saat naik mobil, kapal, atau kendaraan lainnya sering dianggap terjadi karena masuk angin atau perut kosong. Namun, kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan cara otak memproses sinyal keseimbangan tubuh.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, Dokter Saddam Ismail, menjelaskan bahwa anggapan otak mengira tubuh sedang keracunan saat mabuk perjalanan merupakan fakta medis.
“Kesimbangan tubuh kita diatur oleh dua hal utama, yaitu penglihatan dari mata dan sistem vestibular di telinga bagian dalam,” ujar Dokter Saddam Ismail.
| Baca juga: Pengaruh Minum Air Es pada Otak |
Ia menjelaskan, saat seseorang berada di dalam kendaraan yang sedang melaju, mata melihat lingkungan bergerak dengan cepat. Namun di sisi lain, telinga bagian dalam dan otot tubuh justru mengirimkan sinyal bahwa tubuh sedang diam atau duduk santai.
“Nah, karena ada sinyal yang saling bertabrakan ini, otak menjadi bingung,” katanya.
Menurutnya, secara biologis otak menganggap kekacauan sinyal sensorik tersebut mirip dengan kondisi halusinasi akibat keracunan.
| Baca juga: Hindari Kebiasaan di Pagi Hari |
“Otak mengira kondisi ini bisa terjadi karena tubuh sedang menelan racun. Akibatnya, otak langsung mengaktifkan area postrema atau pusat muntah di otak sebagai mekanisme pertahanan tubuh,” jelasnya.
Aktivasi pusat muntah itulah yang kemudian memicu rasa mual hingga muntah saat seseorang mengalami mabuk perjalanan.
“Jadi rasa mual dan muntah saat mabuk perjalanan sebenarnya terjadi karena otak salah paham dan mengira tubuh sedang keracunan, bukan semata-mata karena masuk angin atau perut kosong,” tambah Dokter Saddam Ismail.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....