Pengaruh Minum Air Es pada Otak
- 30 Mei 2026 07:59 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Rasa nyeri tajam yang muncul di kepala setelah makan es krim atau minum air dingin ternyata bukan sekadar mitos. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai sphenopalatine ganglioneuralgia atau yang lebih populer disebut brain freeze. Sensasi nyeri tersebut biasanya datang secara tiba-tiba, terasa menusuk di area dahi atau kepala bagian depan, lalu menghilang dalam waktu singkat.
Fenomena brain freeze terjadi ketika makanan atau minuman yang sangat dingin menyentuh langit-langit mulut atau bagian belakang tenggorokan. Paparan suhu dingin yang mendadak membuat tubuh bereaksi untuk menjaga kestabilan suhu di area tersebut. Reaksi inilah yang kemudian memicu perubahan pada pembuluh darah di sekitar rongga mulut dan kepala.
| Baca juga: Antisipasi Bangun Kesiangan |
Pembuluh darah yang terkena suhu dingin akan menyempit secara tiba-tiba, kemudian kembali melebar dengan cepat sebagai upaya menyesuaikan suhu tubuh. Perubahan yang berlangsung dalam waktu singkat tersebut mengaktifkan saraf-saraf tertentu yang berhubungan dengan sensasi nyeri. Akibatnya, seseorang dapat merasakan sakit kepala meskipun sumber rangsangannya berasal dari dalam mulut.
Menurut dr. Saddam Ismail, perubahan pembuluh darah yang terlalu cepat itulah yang memicu rasa nyeri di sekitar wajah dan kepala. Ia menjelaskan bahwa saraf di area mulut memiliki hubungan dengan saraf yang menuju bagian dahi. Karena keterkaitan tersebut, otak dapat salah menafsirkan lokasi rasa sakit dan menganggap nyeri berasal dari kepala. Kondisi ini dikenal sebagai referred pain atau nyeri kiriman.
| Baca juga: Hindari Kebiasaan di Pagi Hari |
Meski sensasinya cukup mengganggu dan terkadang terasa sangat tajam, brain freeze pada dasarnya merupakan reaksi alami tubuh terhadap suhu ekstrem. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan mereda dengan sendirinya dalam hitungan detik hingga beberapa menit setelah paparan dingin berhenti. Pada kebanyakan orang, gejala akan hilang tanpa memerlukan penanganan medis khusus.
Untuk membantu meredakan brain freeze, dr. Saddam menyarankan menempelkan lidah ke langit-langit mulut. Cara sederhana ini dapat membantu menghangatkan area yang terkena suhu dingin sehingga pembuluh darah lebih cepat kembali normal. Selain itu, mengonsumsi makanan atau minuman dingin secara perlahan juga dapat mengurangi risiko terjadinya brain freeze dan membuat tubuh memiliki waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan perubahan suhu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....