Stress Berlebihan Bisa Ditandai Wajah Bengkak
- 23 Mei 2026 13:09 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Stres berlebihan dapat memengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh, termasuk tampilan wajah. Wajah yang terlihat sembab, bengkak, atau terasa berat sering kali menjadi salah satu sinyal bahwa tubuh sedang mengalami tekanan berlebih. Dikutip dari laporan Hindustan Times, wajah bengkak memang bisa disebabkan oleh kurang tidur, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, atau setelah menangis. Namun, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan kesehatan mental, terutama stres yang tidak terkendali.
Direktur Neurologi Fortis Hospital Noida, Dr Jyoti Sharma, menjelaskan bahwa wajah bengkak terkadang menjadi tanda manajemen stres yang kurang baik. Kondisi itu menunjukkan bahwa stres mulai memengaruhi tubuh secara serius. Menurutnya, stres dalam kadar tertentu sebenarnya tidak selalu berbahaya. Dalam situasi tertentu, stres justru dapat membantu meningkatkan motivasi, mempertajam konsentrasi, memperbaiki kinerja, dan membuat seseorang lebih siap menghadapi tantangan.
| Baca juga: Mitos Es Krim Picu Radang Amandel Anak |
Namun, masalah mulai muncul ketika stres berlangsung terus-menerus dan terasa berlebihan. Seiring waktu, stres kronis dapat memengaruhi kesejahteraan fisik maupun emosional. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga dapat terlihat dari perubahan pada wajah, seperti pembengkakan, kulit tampak lelah, hingga ekspresi yang terlihat lesu. Hal ini terjadi karena stres bukan sekadar kondisi emosional, melainkan juga melibatkan respons biologis tubuh.
Dr. Sharma menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon tertentu yang mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman atau respons “fight or flight” atau melawan dan melarikan diri. Respons alami ini sebenarnya penting untuk membantu tubuh bertahan dalam situasi menekan. Akan tetapi, jika terjadi terus-menerus, hormon stres yang tinggi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
| Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem Picu Gangguan Kesehatan |
Ia menegaskan bahwa stres bukanlah penyakit. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, stres dapat memperburuk kondisi medis yang sudah ada sekaligus meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan baru. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali tanda-tanda stres sejak dini dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat, seperti menjaga kualitas tidur, rutin berolahraga, mengatur pola makan, dan meluangkan waktu untuk relaksasi.
Menurut Dr. Sharma, stres terbagi menjadi dua jenis, yakni stres jangka pendek dan stres jangka panjang. Stres jangka pendek biasanya muncul sebelum menghadapi situasi intens, seperti ujian, presentasi, atau wawancara kerja. Dalam kondisi ini, stres justru dapat membantu seseorang tetap waspada, fokus, dan produktif. Sementara itu, stres jangka panjang atau kronis dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kondisi inilah yang berbahaya karena dapat berdampak buruk pada tubuh secara perlahan.
Stres kronis diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, stroke, gangguan tekanan darah, hingga masalah kesehatan mental. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan emosi dan mengelola stres dengan baik menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus kesehatan pikiran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....