Pola Makan yang Bisa Turunkan Daya Ingat

  • 27 Apr 2026 12:30 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Sebuah publikasi dalam jurnal medis Neurology menunjukkan bahwa kualitas makanan berbasis tumbuhan memiliki pengaruh terhadap risiko demensia, yaitu sekumpulan gejala yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pola makan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Mengacu pada laporan Eating Well, hasil riset tersebut diterbitkan oleh jurnal milik American Academy of Neurology. Para peneliti menganalisis data dari studi kohor multi-etnis yang melibatkan lebih dari 92.000 penerima manfaat Medicare berusia antara 45 hingga 75 tahun. Studi berskala besar ini memberikan gambaran yang cukup luas mengenai hubungan antara pola makan dan kesehatan otak pada populasi yang beragam.

Dalam penelitian ini, tim peneliti mengeksplorasi hubungan antara diet dan kesehatan otak dengan menggunakan data konsumsi makanan yang dikumpulkan melalui kuesioner komprehensif di awal studi. Asupan makanan kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama.

Pertama, indeks diet nabati keseluruhan yang mengukur konsumsi semua makanan berbasis tumbuhan tanpa mempertimbangkan kualitas nutrisinya. Kedua, indeks diet nabati sehat yang menekankan konsumsi makanan bergizi seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta minyak nabati. Ketiga, indeks diet nabati tidak sehat yang mencakup makanan olahan seperti kentang goreng, jus buah dengan tambahan gula, serta produk berbasis tepung olahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi makanan nabati dalam jumlah tinggi memiliki risiko demensia 12 persen lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. Namun, ketika dilihat lebih spesifik, mereka yang menerapkan pola makan nabati sehat mengalami penurunan risiko sekitar 7 persen. Sebaliknya, konsumsi makanan nabati yang tidak sehat justru dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 6 persen. Hal ini menegaskan bahwa tidak semua makanan berbasis tumbuhan memberikan manfaat yang sama bagi kesehatan otak.

Penelitian ini juga menemukan bahwa penurunan konsumsi telur berkaitan dengan peningkatan risiko demensia hingga 12 persen. Meski demikian, studi ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti penggunaan data klaim Medicare yang tidak selalu akurat dalam mengidentifikasi kasus demensia, serta ketergantungan pada ingatan peserta dalam melaporkan pola makan.

Terlepas dari keterbatasan tersebut, temuan ini menegaskan bahwa pola makan berbasis nabati tidak otomatis menyehatkan. Kualitas dan keseimbangan nutrisi tetap menjadi faktor utama, sehingga penting untuk memilih makanan bergizi secara bijak tanpa harus sepenuhnya menghindari produk hewani.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....