Pemberangkatan Kloter BTH 19 Lancar meski 2 JCH Batal Berangkat

  • 12 Mei 2026 20:21 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab memastikan proses pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter BTH 19 asal Provinsi Jambi berjalan lancar meski terdapat dua jamaah yang mengalami kendala kesehatan sehingga keberangkatannya harus ditunda.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Meskipun ada dua orang jamaah haji yang mengalami kendala penerbangan,” ujar Wahyudi Abdul Wahab , usai seremoni pemberangkatan Kloter BTH 19 di Asrama Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, Selasa 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, satu jemaah atas nama Mat Ali mengalami gangguan kesehatan sehingga belum dapat diberangkatkan bersama Kloter BTJ 19. Sementara satu jemaah lainnya juga tertunda akibat kondisi saturasi oksigen dalam darah yang rendah.

“Kami terus memantau perkembangan kesehatannya, tetapi yang pasti dua jemaah ini belum bisa bergabung dengan Kloter 19,” katanya.

Di sisi lain, Wahyudi menyebut satu jemaah asal Kloter BTH 13, yakni Syamsudin Buyung Kenek, yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit di Batam, kini telah dinyatakan memungkinkan untuk kembali diberangkatkan dan akan digabungkan bersama Kloter BTH 19.

Menurutnya, Kloter BTH 19 masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan jemaah haji Indonesia. Berbeda dengan Kloter BTH 13 yang mendarat di Madinah, jemaah Kloter BTH 19 akan mendarat di Jeddah sebelum diberangkatkan menuju hotel di Makkah.

“Jemaah nanti mendarat di Jeddah lalu dibawa ke hotel di Makkah, tepatnya di sektor 3 Syisah, sebelum melaksanakan umrah wajib,” ujarnya.

Jumlah jemaah Kloter BTH 19 yang diberangkatkan tercatat sebanyak 442 orang. Dua jemaah yang tertunda berasal dari Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin.

Wahyudi menjelaskan, salah satu jemaah yang gagal berangkat tahun ini menderita gagal ginjal kronis sehingga berdasarkan rekomendasi Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk diberangkatkan.

“Untuk yang sakit kronis sudah keluar surat dari BKK bahwa tidak bisa diberangkatkan tahun ini karena mengalami gagal ginjal,” katanya.

Sementara jemaah dengan kondisi saturasi rendah masih berpeluang diberangkatkan apabila kondisi kesehatannya membaik dalam beberapa hari ke depan.

“Kita melihat ada potensi dua hari lagi normal dan bisa digabungkan dengan kloter lain yang masih kosong. Kemungkinan paling memungkinkan di Kloter BTH 25, kloter terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat jemaah yang batal berangkat, pihaknya akan terlebih dahulu mengusulkan pembatalan ke pemerintah pusat dan otoritas Saudi sebelum membuka peluang penggantian dari jemaah cadangan.

“Kita punya sekitar 100 jemaah cadangan yang sudah melunasi "ujarnya. Namun dengan waktu yang semakin dekat dengan pemberangkatan, agak sulit untuk mendapatkan jemaah cadangan yang bersedia berangkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....