Fakta atau Mitos Minum Air dari Kulit Durian

  • 14 Jan 2025 15:51 WIB
  •  Jambi

KBRN, Sungai Penuh : Durian, si "raja buah", selalu menjadi daya tarik bagi pecinta kuliner. Namun, di balik kenikmatannya, buah durian sering kali dianggap dapat memicu rasa panas dalam tubuh. Tidak sedikit yang percaya bahwa kulit durian bisa menjadi solusi alami untuk menetralisir efek panas tersebut. Namun, benarkah klaim ini?

Secara tradisional, banyak masyarakat di Asia Tenggara yang mempraktikkan kebiasaan memanfaatkan kulit durian setelah menikmati buahnya. Biasanya, bagian dalam kulit durian yang berbentuk cekungan diisi dengan air, lalu air tersebut diminum. Konon, cara ini diyakini mampu mengurangi rasa panas atau "mabuk" akibat konsumsi durian yang berlebihan.

Kepercayaan ini didasari oleh sifat kulit durian yang dianggap mampu menetralkan senyawa tertentu dalam buah durian, terutama sulfur, yang menjadi penyebab rasa hangat pada tubuh.

Secara ilmiah, belum ada penelitian yang benar-benar mendukung klaim bahwa kulit durian memiliki efek pendinginan atau detoksifikasi. Rasa panas setelah makan durian lebih disebabkan oleh kandungan gula yang tinggi dan senyawa sulfur yang memengaruhi metabolisme tubuh. Minum air dari cekungan kulit durian mungkin hanya memberikan efek placebo atau psikologis.

Namun, efek mendinginkan air itu sendiri, terlepas dari asalnya, memang dapat membantu mengurangi rasa panas. Ini berarti, air yang diminum dari kulit durian sebenarnya tidak memiliki kandungan khusus yang berperan dalam menetralkan rasa panas, tetapi lebih pada fungsi hidrasi tubuh.

Untuk mengatasi rasa panas setelah makan durian, beberapa langkah berikut mungkin lebih efektif:

1. Minum Banyak Air Putih: Air putih membantu mendinginkan tubuh dan mencegah dehidrasi.

2. Mengonsumsi Buah yang Menyegarkan: Buah seperti semangka, mentimun, atau jeruk dapat membantu mengurangi efek panas.

3. Mengurangi Porsi Durian: Konsumsi durian secara moderat untuk menghindari rasa panas berlebihan.

Tradisi meminum air dari kulit durian memang menarik dan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Namun, secara ilmiah, belum ada bukti kuat yang mendukung klaim bahwa kulit durian memiliki khasiat khusus untuk menetralisir rasa panas akibat makan durian. Meski demikian, tidak ada salahnya mencoba cara ini selama dilakukan dengan hati-hati.

Jadi, mitos atau fakta? Hingga saat ini, klaim tersebut masih menjadi bagian dari tradisi yang belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah.

Rekomendasi Berita