Sosok Ibu Tangguh Tulang Punggung Keluarga
- 07 Jan 2025 08:51 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Bukan hal yang mudah menjadi seorang single parent, apalagi harus menanggung 3 orang anak yang masih kecil yang masih membutuhkan biaya. Sepeninggal mendiang suaminya 3 tahun silam, Zainab, yang hanya ibu rumah tangga biasa terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga.
Almarhum suaminya yang hanya pekerja biasa di salah satu pabrik pengolahan kayu di Sarang Burung, Muara Jambi, tidak meninggalkan harta berlimpah, kecuali rumah yang ditempatinya dan sebuah kendaraan roda 2 yang dipakainya saat ini. Di awal-awal kepergian suaminya tercinta, Zainab sempat bingung dan terpuruk.
Bingung memikirkan nasib anak-anaknya, terpuruk karena kehilangan tempatnya bersandar selama ini. Namun akhirnya ia pun bangkit, tersadar ia harus kuat demi anak-anaknya. Berbekal sedikit tabungan peninggalan suaminya dan santunan yang didapatnya dari perusahaan tempat almarhum suaminya bekerja, ia pun membuat semacam lapak di depan rumahnya yang dimanfaatkannya untuk berjualan kecil-kecilan.
Ia pun memulai kehidupan barunya, bekerja keras banting tulang demi menghidupi ketiga anaknya. Anak sulungnya duduk di kelas XI di salah satu SMK, anak keduanya di SMP kelas IX, sedangkan anak bungsunya masih duduk di kelas V SD.
"Mulailah sayo jualan jajanan, ado mpek-mpek, baso bakar, sosis bakar, otak-otak, pokoknyo macam-macamlah, kalu ado jajanan titipan orang, dijual jugo, Ado jugo es jeruk peras, es blender, es teh dan lainnyo. Pokoknyo yang murah meriah be", ujar Zainab.
Ia sengaja tidak menjual jualan yang mahal karena pangsa pasarnya lebih banyak dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Rumah dan lapaknya diuntungkan karena berada dekat lingkungan sekolah dan kampus. Jadi tak heran jika sebagian besar pelanggannya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Lumayan jugolah, disiko ado SD, SMP, SMA, kampus jugo ado. Banyak anak kost mahasiswa disiko. Biso dapat kurang lebih 500 ribulah sehari, kadang biso lebih. Tapi kalu libur sekolah atau libur kuliah, biasonyo kurang, paling yang belanjo orang dekat sikolah, paling banyak dapat 300 ribu. Tapi bersyukur jugolah, biso untuk sekedar makan, biayo sekolah anak, ado lebih ditabung jugolah dikit", tutur Zainab.