UMKM Dampingan Pertamina, Jadikan Kacang Koro Produk Unggulan
- 05 Nov 2025 22:06 WIB
- Jambi
KBRN, Yogyakarta: Puluhan jurnalis dari wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mengikuti kegiatan Media Gathering di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel 5 hingga 7 November 2025.
Para jurnalis yang mengikuti Media Gathering Sumbagsel , diajak mengunjungi Rumah Produksi Tempe Koro “UMKM Berlian Progo” di Bantul, Yogyakarta, Rabu (5/11/2025).

UMKM Berlian Progo merupakan salah satu mitra binaan unggulan yang telah lima tahun mendapatkan pendampingan dari Pertamina Patra Niaga.
“UMKM Berlian Progo adalah bukti nyata manfaat CSR Pertamina dalam memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu di pedesaan. Harapan kami, kisah sukses ini bisa menginspirasi daerah lain,” ujar Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel.

Ditambahkannya, setiap program CSR Pertamina memiliki target jangka panjang meliputi pembangunan kapasitas, penyediaan infrastruktur produksi, dan pemasaran digital. “Inovasi dari Bantul ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi berbasis pangan lokal secara berkelanjutan,” kata Rusminto.

Sementara itu, setelah lima tahun mendapat pendampingan dari Pertamina Patra Niaga, Rumah Produksi Tempe Koro “UMKM Berlian Progo” di Bantul kini siap mandiri. Usaha yang berawal dari kelompok ibu-ibu rumah tangga ini sukses mengubah kacang koro , yang merupakan bahan pangan lokal yang dulu kurang diminati , menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Rumah produksi yang berlokasi di Dusun Babakan RT 02, Kelurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY Yogyakarta ini berdiri sejak 2020 dan digerakkan oleh 13 orang ibu rumah tangga. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga, mereka mendapatkan pelatihan, alat produksi, hingga pendampingan pemasaran.

Produk utama Berlian Progo adalah Tempe Koro, namun kelompok ini juga berhasil mengembangkan berbagai olahan lain seperti Bakpia Koro, Cookies Koro, Tempe Bacem Frozen, Tepung Koro, dan bahkan Susu Koro. Setiap tiga hari, mereka mampu memproduksi hingga 10 kilogram produk olahan, dengan permintaan yang mulai datang dari luar daerah.

“Awalnya kami hanya membuat tempe sederhana. Tapi setelah mendapat pelatihan dari Pertamina, kami mulai berinovasi dan kini punya enam jenis produk berbahan dasar kacang koro,” kata Winarti, Ketua Kelompok Berlian Progo saat dikunjungi peserta Media Gathering Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
Sering waktu, usaha UMKM ini terus berkembang " Produk kami juga sudah dibawa ke Korea dan Malaysia. Dibawa sebagai oleh-oleh kesana, " lanjutnya.

Selain memproduksi, kelompok ini juga menanam sendiri tanaman koro di bantaran sungai dan menjual bibitnya untuk menjaga keberlanjutan bahan baku. Ini bekerja sama dengan petani setempat.
“Kami ingin produk ini terus hidup, jadi kami juga mulai menjual bibit koro agar masyarakat ikut menanam,” ujar Ester, Manajer Pemasaran Berlian Progo.

Kehadiran rumah produksi ini memberi dampak ekonomi nyata bagi perempuan di Dusun Babakan. Banyak ibu rumah tangga yang kini memiliki penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan rumah. “Fasilitas ini membuat warga kami semakin semangat mengembangkan usaha,” kata Agus Riono, Kepala Dusun Babakan.
Program ini menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Dari bahan yang dulu dianggap tidak bernilai, kini lahir produk pangan sehat dan aman yang diminati pasar.