Akademisi Unja Dorong Literasi Keuangan Sasar Pelajar Terjerat Pinjol
- 03 Agt 2026 20:58 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pesatnya perkembangan teknologi digital di era modern tak hanya membawa kemudahan, tetapi juga menyisakan celah bahaya yang mengintai generasi muda. Belakangan ini, kian marak ditemukan kasus di mana pelajar tingkat SMA hingga anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) sudah mulai mengenali dan dengan mudah mengakses aplikasi pinjaman online (pinjol).
Maraknya fenomena ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, salah satunya akademisi sekaligus pengamat dari Universitas Jambi (Unja), Ahmad Soleh. Ia menilai kemudahan akses teknologi tanpa dibentengi pemahaman finansial yang matang ibarat pisau bermata dua bagi anak-anak.
Menurut Ahmad Soleh, tanpa modal literasi keuangan yang cukup, para pelajar menjadi sangat rentan tergiur bujuk rayu pinjaman online—terutama platform ilegal yang menawarkan dana cepat tanpa proses verifikasi ketat. Oleh sebab itu, literasi keuangan bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak yang wajib dikuasai siswa sejak dini.
"Pengetahuan dan edukasi terkait pengelolaan keuangan ini sangat krusial ditanamkan sejak dini. Langkah paling efektif dan terstruktur untuk menyelamatkan generasi muda dari jebakan finansial digital adalah melalui jalur pendidikan formal," ujar Ahmad Soleh saat memberikan pandangannya, Senin 3 Agustus 2026.
Melihat urgensi tersebut, ia mendorong agar Dinas Pendidikan dan instansi terkait tidak hanya memberikan imbauan pasif, melainkan mengambil langkah konkret berupa kebijakan kurikulum.
Ahmad Soleh berharap materi literasi keuangan dapat segera diakomodasi dan dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal di tingkat daerah. Bahkan, jika memungkinkan, materi tersebut diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum pelajaran nasional secara permanen.
Langkah strategis ini diharapkan dapat membentuk ketahanan finansial pada diri peserta didik. Dengan demikian, pelajar tidak hanya paham cara membelanjakan uang dengan bijak, tetapi juga mengerti cara menabung, mengelola risiko finansial digital, serta memiliki kewaspadaan tinggi terhadap bahaya nyata di balik maraknya pinjaman online.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....