Anak Muda Rentan FOMO, Akademisi Jambi Bagikan Tips Jitu Atur Keuangan
- 28 Mei 2026 23:45 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Generasi muda saat ini menghadapi tantangan finansial yang cukup berat di tengah gempuran tren gaya hidup digital. Sifat konsumtif yang dipicu oleh fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau takut tertinggal tren, sering kali membuat anak muda terjebak dalam masalah keuangan, seperti gaya hidup "besar pasak daripada tiang" hingga jeratan pinjaman online.
Menyikapi fenomena ini, akademisi sekaligus pengamat ekonomi dari Jambi, Ahmad Soleh, menyatakan bahwa edukasi mengenai literasi keuangan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara mandiri. Menurutnya, masalah utama anak muda hari ini bukanlah kecilnya pendapatan, melainkan ketidakmampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).
Ahmad Soleh menegaskan, langkah paling mendasar yang harus diambil oleh anak muda adalah mengubah pola pikir (mindset) mereka dalam melihat uang. Pengelolaan keuangan yang sehat tidak diukur dari seberapa besar uang yang dihabiskan untuk kesenangan sesaat, melainkan seberapa besar yang bisa dialokasikan untuk masa depan.
"Anak muda sekarang sangat rentan terhadap tekanan sosial di media sosial. Banyak yang memaksakan diri membeli barang mewah atau nongkrong di kafe mahal hanya demi validasi visual. Padahal, kunci utama merdeka finansial adalah disiplin mencatat pengeluaran dan menekan ego dari keinginan yang tidak perlu," ujar Ahmad Soleh saat diwawancarai, Kamis, 28 Mei 2026.
Rumus Simpel Kelola Gaji ala Akademisi
Guna memudahkan generasi muda dalam membagi pendapatannya secara ideal, Ahmad Soleh menyarankan penerapan rumus pengelolaan keuangan yang sederhana namun efektif, yaitu formula 50-30-20.
Berikut adalah rincian pembagian alokasi dana dari formula tersebut:
50 Persen untuk Kebutuhan Pokok: Alokasi ini digunakan untuk membiayai kebutuhan wajib bulanan yang tidak bisa ditunda, seperti biaya kos atau kontrakan, makan sehari-hari, ongkos transportasi, dan tagihan bulanan.
30 Persen untuk Tabungan dan Investasi: Begitu menerima gaji atau uang saku, amankan 30 persen di awal untuk mengisi dana darurat, tabungan masa depan, atau instrumen investasi yang aman seperti reksa dana.
20 Persen untuk Hiburan (Lifestyle): Sisa 20 persen inilah yang boleh digunakan untuk keperluan hiburan, hobi, nonton bioskop, atau nongkrong bersama teman-teman tanpa perlu merasa bersalah.
"Prinsipnya adalah tabung dulu di awal, baru sisanya dipakai untuk belanja, bukan sebaliknya belanja dulu baru sisanya ditabung. Jika pola ini dibalik, bisa dipastikan tidak akan ada uang yang tersisa untuk masa depan," tambah Ahmad Soleh.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun dana darurat minimal tiga kali lipat dari pengeluaran bulanan sebagai jaring pengaman jika terjadi hal-hal tidak terduga, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) atau sakit. Melalui kedisiplinan dalam menerapkan formula ini, generasi muda di Jambi diharapkan mampu menjadi generasi yang mapan dan cerdas secara finansial di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....