Kakanwil DJPb Jambi Optimis Realisasi APBN Optimal

  • 27 Sep 2025 13:21 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Memasuki akhir triwulan ketiga tahun anggaran 2025, realisasi belanja negara di regional Provinsi Jambi tercatat telah mencapai sekitar 64 persen. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata menilai, capaian tersebut masih dalam kategori baik, meskipun idealnya bisa lebih tinggi. Seluruh instansi vertikal maupun pemerintah daerah yang mendapatkan anggaran dari APBN akan fokus menyelesaikan sisa kegiatan di bulan-bulan terakhir tahun ini.

Ditambahkannya, tren realisasi anggaran di Provinsi Jambi dari tahun ke tahun memang menunjukkan pola yang serupa, di mana sekitar 40 persen dari total anggaran biasanya diselesaikan di sisa waktu menjelang akhir tahun. Menjelang triwulan keempat, pihaknya juga mendorong seluruh instansi vertikal dan pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi anggaran agar tidak menumpuk di akhir tahun.

“Overall sih kalau APBN secara keseluruhan saat ini realisasinya itu sekitar 64 hingga 65 persen. Kalau kita lihat dari tren yang selama ini terjadi, rasanya sih masih hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahwa kemungkinan nanti ya kita akan menyelesaikan 40 persen itu di sisa bulan yang ada di tahun 2025 ini dan untuk beberapa belanja modal terkait rehab pembangunan dan sebagainya kan kita juga memiliki mekanisme RPATA yang bisa melampaui tahun anggaran , meskipun memang ada tata kelola yang harus dipenuhi disitu ,”ujar Kakanwil Tunas Agung Jiwa Brata, Jum’at (28/9/2025).

“Sekali lagi kalau kita bicara mengenai keuangan negara ada tata kelola yang harus diikuti dan itu rigid, baik waktu, jumlah maupun targetnya. Menurut saya sebetulnya dengan angka 64 persen ini sebetulnya secara performance ini cukup bagus di Provinsi Jambi. Hanya mungkin yang perlu nanti kita lihat detail satu persatu di masing-masing instansi vertikal yang memiliki alokasi atau di masing-masing daerah apakah ada program-program atau pembangunan-pembangunan fisik yang baru mulai, nah itu mungkin nanti yang mereka tantangannya lebih besar daripada yang lain,” lanjutnya.

Tunas Agung Jiwa Brata juga menjelaskan bahwa untuk belanja modal, seperti rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur, terdapat mekanisme penggunaan Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang memungkinkan kelanjutan kegiatan meskipun melewati tahun anggaran.

Kakanwil menegaskan bahwa pihaknya secara rutin menyampaikan pemberitahuan realisasi kepada seluruh instansi, sekaligus memberi perhatian khusus terhadap kegiatan-kegiatan yang masih dalam proses. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa tantangan mungkin muncul, terutama untuk proyek fisik yang baru dimulai di triwulan ketiga atau keempat. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa seluruh program bisa diselesaikan tepat waktu.

“Percepatan ya menurut saya memang ini seharusnya sudah menjadi wake up call lah ya, bahwa kita sudah memasuki triwulan keempat ini saya rasa teman-teman instansi vertikal dan daerah juga paham lah pada saat kita sudah memasuki triwulan terakhir ini. Ya memang mereka sudah harus lebih cepat, tapi yang jelas setiap bulan kita akan selalu memberikan semacam pemberitahuan lah bahwa realisasinya sebesar ini, dan nanti juga kita akan sampaikan ke beberapa kegiatan yang memang masih katakanlah proses, karena ini kan ada beberapa dari program efisiensi yang baru dilakukan relaksasi yang tentu saja akan membuat apa istilahnya mulai dari awal lah , tetapi saya rasa sampai jauh ini masih oke lah, mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa selesai semua itu,” ujarnya Kakanwil Tunas Agung Jiwa Brata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....