KUR Jambi Tembus Rp 5,7 Triliun, Disalurkan ke 59 Ribu Debitur
- 17 Sep 2026 16:47 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Jambi terus menunjukkan peningkatan. Hingga saat ini, realisasi KUR di Jambi telah mencapai sekitar Rp5,7 triliun dan disalurkan kepada sekitar 59 ribu debitur.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi, Asyep Syaefudin, mengatakan penyaluran tersebut menjadi salah satu indikator bergeraknya sektor riil di daerah.

"Untuk KUR sampai sejauh ini sudah kita salurkan sebanyak Rp5,7 triliun. Ini kita salurkan kepada 59 ribu debitur KUR," tutur Asyep saat kegiatan Bimbingan Teknis Pembiayaan Selektif dan Peningkatan Kapasitas UMKM, yang diselenggarakan Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya, penyaluran KUR di Jambi juga mengalami peningkatan. Hingga posisi Agustus 2026, pertumbuhannya tercatat sebesar 19,34 persen dibanding realisasi periode tahun sebelumnya.

Asyep mengatakan pertumbuhan pembiayaan bagi UMKM diharapkan mampu mendorong sektor riil agar terus bergerak. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai tantangan.
"Kita mengharapkan dari kegiatan mobilitas saja tidak cukup untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu yang kita bisa harapkan adalah sektor riil terus bergerak," katanya.
Ia berharap pertumbuhan sektor riil yang ditopang UMKM dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jambi.
Namun, Asyep mengingatkan bahwa persoalan yang masih perlu dibenahi adalah pemerataan pembiayaan antar sektor.
"Kita bersyukur. Dengan Pemda yang kurang aktif saja ternyata bisa seperti itu. Artinya UMKM yang bergerak, benar-benar di Jambi ini UMKM yang gesit mencari pembiayaan," tuturnya.
Karena itu, Kanwil DJPb Jambi terus mendorong pemerintah daerah, khususnya dinas yang membidangi koperasi dan UMKM, agar lebih aktif melakukan pendataan dan pemetaan UMKM yang belum memperoleh akses pembiayaan. Dengan langkah tersebut, penyaluran pembiayaan diharapkan tidak hanya meningkat dari sisi nominal, tetapi juga semakin merata ke berbagai sektor usaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....