Persentase Dana Blokir dari Pusat Mengecil
- 28 Agt 2025 14:41 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi: Persentase dana Blokir dari pemerintah Pusat untuk belanja Kementerian/ Lembaga maupun Dana Transfer ke Daerah di regional Provinsi Jambi terus mengecil setiap bulan. Hal itu karena pemerintah secara bertahap membuka blokir anggaran yang sebelumnya dilakukan.
Kepala Kanwil Ditjend Perbendaharaan provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata mengatakan, pada bulan Januari lalu, dari sekitar Rp 21,83 triliun pagu Belanja untuk Kementerian/Lembaga maupun Transfer ke Daerah , yang terblokir saat itu mencapai sekitar Rp 1,2 Triliun atau sekitar 5, 6 persen.
Namun pada bulan Juni lalu, presentase dana yang terblokir hanya tinggal 3, 55 persen atau sekitar Rp 783 miliar, dari total Pagu di bulan Juni yang mencapai sekitar Rp 22 Triliun.
Menurut Tunas Agung Jiwa Brata, angka blokir anggaran dari Pemerintah pusat tersebut bisa jadi semakin menurun. Sehingga peluang anggaran Pagu untuk belanja yang masuk ke Provinsi Jambi melalui belanja APBN bisa semakin besar, sehingga bisa mengakselerasi atau mempercepat aktivitas-aktivitas perekonomian masyarakat.
“Pendapatan transfer ini masih berkontribusi sekitar 76,48 persen dari total APBD yang ada di Provinsi Jambi. Terjadi penurunan terkait ketergantungan kita. Ini terlihat dari tingkat kemandirian fiskal di Provinsi Jambi. Kalau tahun sebelumnya itu tingkat ketergantungan itu masih 82 persen, tahun ini menurun menjadi 76,48,” persen, ujar Kakanwil Tunas Agung Jiwa Brata, dalam rilis bersama yang berlangsung Selasa (5/8/2025).
Kakanwil Ditjend Perbendaharaan Provinsi Jambi ini mengakui, pada beberapa pos anggaran seperti belanja modal pada Kementerian lembaga di lingkup Provinsi Jambi dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pemerintah daerah di lingkup Provinsi Jambi realisasinya masih rendah.
Belanja Modal Kementerian/Lembaga, dari Pagu sekitar Rp 1,02 Triliun, hingga Triwulan II ini baru terealisasi sekitar 7,51 persen. Sedangkan DAK Fisik untuk Pemerintah Daerah baru terealisasi sekitar Rp 9 miliar dari pagu setelah efisiensi sekitar Rp 360 miliar. Dengan kondisi tersebut Tunas Agung Jiwa Brata berharap di Semester II tahun ini bisa dilakukan percepatan realisasi belanja-belanja tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....