Uniknya Pedagang Tahu Bulat Sotong Makmur

  • 27 Okt 2025 15:09 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Mobilnya unik, dikelilingi stiker yang juga unik dengan warna cerah, di dalamnya ada beragam alat masak berpadu dengan alunan musik Minang yang menghentak, membuat orang-orang yang lewat mengarahkan pandangannya ke arah mobil tersebut. Bisa jadi itu menjadi salah satu trik untuk menarik perhatian pembeli. Itulah mobil unik bak dapur berjalan dengan motto asa manggarik pitih dengan merk usaha

"Makmur Tahu Bulat dan Sotong". Owner-nya biasa disapa Uda Amrizal,

salah satu pelaku UMKM yang sehari-hari bisa ditemui di jalur jalan Jendral A. Thalib, Simpang IV Sipin, Telanaipura. Ia memulai usaha ini sejak pertengahan 2020 silam pasca PHK yang dialaminya akibat pandemi.

"Saat itu sempat bingung juga, mau kerja apa. Situasi kan masih pandemi. Sampai akhirnya saya dan istri sepakat untuk buka usaha tahu bulat dan sotong. Hanya saja tantangan saat itu cukup berat, karena masih situasi pandemi. Jadi cuma bisa buka usaha di rumah. Bahan baku pun sulit dicari. Penjualannya waktu itu lebih banyak kami lakukan secara online. Ada pesanan, kami goreng, kami antar. Kalau yang dekat-dekat sekitar tempat tinggal, adalah satu dua yang datang. Pokoknya pembeli belum begitu banyak seperti sekarang", tutur Uda Amrizal.

Meski dihadapkan pada beberapa kendala, tidak membuat Uda Amrizal putus asa. Apalagi suport istri tercinta yang selalu menyemangatinya. Berbekal semangat itulah, seiring waktu usahanya mulai berkembang. Pelanggan pun mulai banyak. Kini selain penjualan secara online yang dikelola istrinya dibantu seorang karyawan yang masih kerabatnya dari kampung halamannya di Pasaman,

ia bersama seorang karyawannya jualan keliling kota dengan kendaraan roda 4 seken yang dibelinya dengan cara mencicil dan dimodifikasinya menjadi dapur berjalan.

" Dalam sehari kini ia dan istrinya bisa memperoleh penghasilan bersih rata-rata 1 juta/hari. Ia pun mengutarakan keinginan dan harapannya untuk bisa memiliki kios atau ruko yang bisa dipakainya berjualan. "Impiannya sih ingin punya ruko, pasang wifi gratis, ditambah jualan minuman kekinian, bisa menjadi tempat nongkrong anak-anak muda", ujarnya.

Rekomendasi Berita