Tradisi Tepung Tawar, Simbol Doa dan Harapan dalam Budaya Melayu
- 05 Jun 2026 09:07 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Masyarakat Melayu memiliki beragam tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Salah satunya adalah tradisi Tepung Tawar, sebuah upacara adat yang sarat makna dan sering dilakukan pada berbagai peristiwa penting dalam kehidupan.
Tradisi Tepung Tawar umumnya dilaksanakan sebagai bentuk doa, restu, dan harapan agar seseorang memperoleh keselamatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Prosesi ini dapat dijumpai pada acara pernikahan, keberangkatan haji, khitanan, hingga peresmian rumah atau kendaraan baru.
| Baca juga: Tradisi dengan Beragam Nama |
Dalam pelaksanaannya, tokoh adat atau orang yang dituakan akan memercikkan air yang telah dicampur dengan berbagai bahan tertentu kepada orang atau benda yang menjadi pusat acara. Setiap unsur yang digunakan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kesejahteraan, kedamaian, dan keberuntungan.
Bagi masyarakat Melayu, Tepung Tawar bukan sekadar ritual seremonial. Tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial karena biasanya melibatkan keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar yang hadir untuk memberikan doa dan dukungan.
Meski zaman terus berkembang, tradisi Tepung Tawar masih dipertahankan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Jambi. Keberadaannya menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap memiliki tempat di tengah kehidupan modern.
Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga meneruskan pesan tentang pentingnya kebersamaan, rasa syukur, dan doa dalam setiap langkah kehidupan. Dengan demikian, Tepung Tawar tetap menjadi salah satu identitas budaya Melayu yang kaya makna dan patut dilestarikan oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....