Kentongan Alat Komunikasi Penjaga Kampung sebelum Era Telepon
- 28 Jul 2026 10:27 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Jauh sebelum telepon genggam dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia telah memiliki cara sederhana namun efektif untuk menyampaikan informasi, yaitu menggunakan kentongan. Alat yang terbuat dari kayu atau bambu ini dahulu menjadi sarana komunikasi penting di berbagai kampung.
Kentongan biasanya digantung di pos ronda, balai desa, atau tempat-tempat yang mudah dijangkau masyarakat. Bunyi yang dihasilkan dapat terdengar hingga jarak yang cukup jauh. Menariknya, setiap pola pukulan kentongan memiliki arti yang berbeda. Ada bunyi yang menandakan waktu ronda malam, panggilan untuk berkumpul, hingga tanda bahaya yang memerlukan perhatian warga.
Keberadaan kentongan menunjukkan bagaimana masyarakat pada masa lalu mampu menciptakan sistem komunikasi yang sederhana namun efektif. Melalui kesepakatan bersama, setiap warga memahami makna dari bunyi yang terdengar sehingga informasi dapat tersampaikan dengan cepat tanpa perlu teknologi modern.
Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, kentongan juga menjadi simbol kebersamaan. Saat bunyi kentongan terdengar, masyarakat biasanya berkumpul untuk saling membantu atau bermusyawarah. Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Meski kini perannya telah banyak digantikan oleh teknologi, kentongan masih dapat dijumpai di sejumlah daerah. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak menghapus nilai-nilai kebersamaan yang pernah tumbuh melalui alat komunikasi tradisional tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....