Waspada terhadap Berbagai Potensi dan Gejala Rabies
- 28 Sep 2026 16:52 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Anjing merupakan salah satu HPR (hewan penular Rabies). Rabies merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Rabies disebut juga penyakit anjing gila, merupakan suatu penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies (Lyssa virus).
Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif dalam menyembuhkan rabies ( jika sudah ada gejala klinis, akan meninggal ), namun penyakit ini dapat dicegah melalui penanganan kasus Hewan Penular Rabies (HPR) sedini mungkin.
Cara penularan rabies pada manusia adalah melalui gigitan, cakaran, dan jilatan (pada kulit terbuka atau mukosa / selaput lendir) oleh hewan yang terinfeksi virus rabies, dimana virus rabies yang hidup di liurhewan penular rabies akan masuk ke tubuh, dan berjalan melalui saraf menuju ke otak. Di Indonesia, anjing merupakan HPR utama (98%), diikuti oleh kucing dan kera.
Masa inkubasi penyakit rabies pada manusia (selang waktu sejak virus masuk sampai timbul gejala) bervariasi antara 2 minggu s/d 2 tahun, namun rata-rata umumnya antara 3-8 minggu. Gejala yang timbul adalah akibat virus sudah sampai ke otak dan menyebar melalui saraf. Gejala pada manusia adalah demam, nyeri pada luka gigitan, takut air, takut angin, takut suara, air liur berlebihan, yang berakhir hingga kematian. Kenali Rabies adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini akan menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas yang ditularkan melalui saliva, yaitu anjing, kucing dan juga kera yang terkena rabies melalui jalan gigitan atau luka terbuka.
Penyakit rabies menjadi salah satu KLB di Indonesia. Masyarakat di daerah endemis diharapkan waspada terhadap berbagai potensi dan gejala rabies yang muncul pada tubuh setelah mendapatkan gigitan dari hewan penular rabies.
Gejala Rabies pada Manusia
Berikut ini merupakan beberapa gejala penyakit rabies yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, diantaranya adalah: Demam, Badan lemas, Mengalami sakit kepala hebat, Sakit tenggorokan, Penurunan nafsu makan, Insomnia, Kesemutan atau mengalami rasa panas di lokasi gigitan, Sebelum meninggal, akan mulai timbul beberapa phobia seperti phobia pada air (Hydrophobia), aerofobia, dan fotofobia. Kasus kematian akibat rabies didominasi oleh masyarakat yang tidak melakukan pertolongan pertama pada saat mendapatkan gigitan oleh hewan penular rabies, karena dianggap sebagai gigitan yang kecil dan tidak berdarah.
Selain itu, kematian juga disebabkan oleh masyarakat yang tidak segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat sesaat setelah menerima gigitan. Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....