Menghadapi Kesulitan Ekonomi Dengan Sabar, Optimis dan Kebersamaan
- 10 Sep 2026 11:30 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi- Kesulitan ekonomi adalah salah satu bentuk ujian yang dialami oleh siapa saja. Dalam ajaran Islam, dinamika naik-turunnya rezeki merupakan Sunnatullah untuk menguji kualitas iman. Allah SWT telah mengingatkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 155 bahwa manusia akan diuji dengan sedikit ketakutan, kelaparan, serta kekurangan harta.
Namun, di balik ujian tersebut, ada janji yang pasti. Dalam Surah Al-Insyirah ayat 5-6, Allah menegaskan bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Keyakinan ini menjadi fondasi utama agar seorang muslim tidak berkecil hati ketika menghadapi penderitaan finansial.
Ustad Usman Morning, MA (penyuluh agama islam di kota jambi) dalam Kajian Mutiara pagi Pro. 1 RRI Jambi menyampaikan " Ada beberapa hal dalam menghadapi kesulitan Ekonomi ,yakni sabar bukan berarti pasrah tanpa tindakan, melainkan mengendalikan emosi dan menjaga lisan agar tidak mengeluh serta tetap berada dalam koridor syariat, serta bersabar menuntun jiwa untuk fokus mencari solusi ketimbang meratapi keadaan.
Kemudian Optimis , optimis lahir dari prasangka baik (husnuzhan) kepada Allah SWT. Setiap pintu yang tertutup pasti membuka peluang baru bagi mereka yang terus berusaha, berikhtiar secara halal, dan tidak berhenti berdoa, dan Kebersamaan, ingatlah ,Beban berat terasa lebih ringan jika dipikul bersama dalam keluarga dan bermasyarakat serta menjaga kepedulian, keterbukaan antaranggota keluarga, serta saling bantu melalui sedekah dan gotong royong menjadi kunci menjaga ketahanan sosial di masa sulit. Ungkapnya. "
Diakhir ia mengajak semua agar Menjaga ketaatan dan memperbanyak istigfar serta doa dimudahkannya rezeki, serta saling menguatkan komunikasi dan saling mendukung di dalam rumah tangga.dan terakhir mempererat tali silaturahmi untuk membuka pintu-pintu kebaikan dan kerja sama baru.
Melalui kesabaran yang kokoh, optimisme yang menyala, dan kebersamaan yang erat, kesulitan ekonomi bukan lagi penghalang, melainkan tangga untuk naik ke tingkat ketakwaan dan kedewasaan yang lebih tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....