Pentingnya Menerapkan Ilmu Tajwid saat Membaca Al Qur’an

  • 08 Sep 2026 10:15 WIB
  •  Jambi
Poin Utama
  • Membaca Al-Qur’an dengan tajwid bukanlah sekadar sunnah, melainkan sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim.
  • Tartil berarti membaca Al-Qur’an dengan perlahan, memahami maknanya, dan mengikuti aturan tajwid

RRI.CO.ID, Jambi – Ustdadzah Dr. Hj. Nurahayati, M.Pd.I pada Selasa, 8 September 2026 menyampaikan pentingnya menerapkan ilmu tajwid saat membaca Al Qur’an. Membaca Al-Qur’an tidak hanya sekadar melafadzkan huruf-hurufnya, tetapi juga harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan, yaitu ilmu tajwid. Membaca Al-Qur’an dengan tajwid bukanlah sekadar sunnah, melainkan sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim.

Secara bahasa, tajwid sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu kata jawwada yang berarti memperbaiki atau membuat sesuatu menjadi baik. Secara istilah, tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara melafalkan huruf-huruf Al-Qur’an sesuai dengan makhraj (tempat keluarnya huruf) dan sifat-sifat huruf, sehingga bacaan menjadi benar dan indah.

Sebagaimana firman Alloh, yang artinya:

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” (Qur'an surat: Al-Muzzammil, ayat 4)

Menurut para ulama tafsir, “tartil” dalam ayat ini berarti membaca Al-Qur’an dengan perlahan, memahami maknanya, dan mengikuti aturan tajwid. Hal ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tajwid adalah perintah langsung dari Allah.

Ditambahkan oleh Ustadzah Nurhayati mengapa Tajwid itu penting kala kita membaca ayat-ayat suci Al Qur’an, yaitu :

  1. Menjaga Keaslian Bacaan Al-Qur’an

Tajwid memastikan bacaan Al-Qur’an tetap asli seperti saat diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Tanpa tajwid, kesalahan dalam pengucapan huruf atau panjang pendek bacaan dapat mengubah makna ayat.

  1. Menghindari Kesalahan Makna

Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an dapat mengubah arti dan makna ayat. Sebagai contoh, perbedaan dalam panjang pendek (mad) atau huruf yang tidak jelas makhrajnya dapat menyebabkan pemahaman yang salah terhadap pesan Allah.

  1. Mengikuti Sunnah Rasululloh

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah contoh terbaik dalam membaca Al-Qur’an. Beliau membaca dengan tartil dan memperhatikan setiap aturan tajwid. Mengikuti cara beliau adalah bentuk ketaatan kepada sunnah.

Alhamdulillah di Jambi sudah banyak kelompok-kelompok pengajian yang mulai belajar ilmu tajwid yang disebarluaskan melalui GERAMI, Gerakan Ayo Belajar Mengaji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....