Kekurangan Menjadi Sebab Kemuliaan dari Umat Nabi Muhammad SAW
- 01 Sep 2026 12:38 WIB
- Jambi
Poin Utama
- Jika dibandingkan umat nabi-nabi sebelumnya, umat Nabi Muhammad memiliki banyak kekurangan
- Abu Laits As-Samarqandi dalam bukunya yang berjudul Tanbih al-Ghafilin, kekurangan-kekurangan tersebut justru merupakan kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat Nabi SAW
RRI.CO.ID, Jambi - Disampaikan oleh Ustadz Ahmad Toni, S. Kom.I sebagai narasumber dalam program acara dialog interaktif Mutiara Pagi di Programa Satu (Pro.1) RRI Jambi, edisi Selasa, 1 September 2026, bahwa jika dibandingkan umat nabi-nabi sebelumnya, umat Nabi Muhammad memiliki banyak kekurangan. Menurut Abu Laits As-Samarqandi dalam bukunya yang berjudul Tanbih al-Ghafilin, kekurangan-kekurangan tersebut justru merupakan kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat nabi terakhir ini.
Yang pertama, kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat Muhammad adalah lemah. Umat Muhammad ini lemah dibanding umat nabi-nabi sebelumnya. Umat nabi sebelumnya itu kuat, baik fisik maupun umur. Hikmah dibalik ini adalah agar tidak sombong.
Kemuliaan kedua yang diberikan oleh Allah kepada umat Muhammad ialah fisik umat Nabi Muhammad terbilang kecil dibandingkan umat nabi-nabi lain. Nabi Adam, tinggi badannya mencapai 30 meter. Hikmahnya, agar tidak banyak makan, minum dan membutuhkankain ketika hendak membuat pakaian.
Yang ketiga, kemuliaan umat Nabi Muhammad itu adalah umurnya pendek, agar tidak banyak berbuat dosa. Umat nabi-nabi sebelumnya itu umur panjang-panjang, tapi maksiatnya juga banyak. Beda dengan umat Nabi Muhammad.
Kemuliaan umat Nabi Muhammad yang keempat adalah fakir. Hal ini menjadi kemuliaan selanjutnya yang dikaruniakan oleh Allah kepada umat Nabi Muhammad. Hikmah di balik kemuliaan ini ialah agar di akhirat hisabnya lebih cepat. Karena semakin kaya seseorang, maka hisab yang akan dijalaninya di akhirat akan semakin lama.
Yang kelima, yang terakhir, kemuliaan umat Nabi Muhammad ialah dijadikan menjadi umat terakhir, agar tidak lama di dalam kubur menunggu kiamat. Nabi Adam itu lama di alam kubur. Yang ditunggu hanya kiamat. Tapi, semua tergantung amal perbuatan. Kalau amalannya baik, maka dia akan merasa sebentar, karena selamat dari ‘adzab al-qubr (siksa kubur), ujar ustad Toni menjelaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....