Rumah Baca Kakita: Mengubah Stigma Literasi Melalui Pendekatan Kreatif dan Sains
- 29 Jun 2026 11:41 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi – Literasi kini tidak lagi hanya dipandang sebagai sekadar kemampuan membaca dan menulis. Di tangan Masyitah, pendiri Rumah Baca Kakita, literasi bertransformasi menjadi sarana edukasi yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam program Obrolan Komunitas di RRI Jambi, Masyitah menjelaskan bahwa komunitas yang ia bangun sejak 2018 ini berfokus pada pengembangan enam literasi dasar. Namun, ia memberikan sentuhan khusus melalui pendekatan literasi sains yang disesuaikan dengan dunia anak-anak.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa literasi adalah pondasi untuk menciptakan masyarakat yang damai dan berkelanjutan. Di Rumah Baca Kakita, anak-anak tidak hanya dijejali buku, tapi kami ajak berkreasi. Misalnya, memanfaatkan barang bekas atau daun-daunan menjadi karya seni seperti topeng. Di situlah literasi numerasi, sains, hingga digital masuk secara alami,” ujar Masyitah.
Menghadapi tantangan generasi Z yang lekat dengan gawai, Masyitah tidak melarang penggunaan teknologi. Baginya, literasi digital justru menjadi kunci. Ia mengajarkan anak-anak untuk menggunakan gawai sebagai alat pendukung kreativitas, seperti mendokumentasikan karya dalam bentuk video atau mencari ide proyek edukatif.
“Teknologi tidak bisa dihindari, maka kita arahkan. Sebelum kegiatan, kami buat kesepakatan. Gawai boleh digunakan untuk media belajar, tapi ada etika dan batasannya. Dengan begitu, anak-anak merasa memiliki tanggung jawab,” tambahnya.
Rumah Baca Kakita kini tidak lagi berjalan sendirian. Masyitah berhasil merangkul para relawan muda dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari farmasi, hukum, hingga keguruan. Kolaborasi ini menjadi motor penggerak untuk terus menebar dampak positif di sekitar kawasan Simpang Rimbo, Jambi.
Di akhir perbincangan, Masyitah berharap masyarakat, khususnya di Jambi, semakin peduli dengan kemampuan literasi. Ia menegaskan bahwa literasi adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak terlihat instan, namun sangat krusial bagi masa depan anak bangsa.
“Literasi adalah kunci. Jika kita mampu mengelola informasi dengan baik, maka pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....