Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah
- 23 Mei 2026 11:12 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi – Disampaikan oleh Ustadz Dr. H.M Alamsyah Al Hafidz, M.Pd.I sebagai narasumber program acara dialog interaktif Mutiara Pagi di Programa Satu RRI Jambi edisi Sabtu, 23 Mei 2026 bahwa terdapat hari-hari mulia pada bulan Dzulhijjah, di dalamnya terdapat berbagai keutamaan ibadah. Di antara amalan agung yang dianjurkan Rasululloh SAW adalah melaksanakan amalan puasa Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sarana membersihkan jiwa, menghidupkan ketakwaan, dan memperkuat spirit penghambaan kepada Alloh Subhana Wa Ta’ala.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari Senin, 25 Mei 2026. Kata “Tarwiyah” berasal dari kata rawa-yarwi yang bermakna membawa bekal air. Pada masa dahulu, jamaah haji menyiapkan persediaan air sebelum bergerak menuju Arafah. Secara spiritual, Tarwiyah mengandung makna mempersiapkan bekal ketakwaan sebelum mencapai puncak penghambaan. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari Selasa, 26 Mei 2026. Puasa ini memiliki keutamaan sebagaimana sabda Nabi SAW, yang artinya:
“Puasa Hari Arafah, aku berharap kepada Alloh agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR Muslim)
| Baca juga: Amalan-amalan di Bulan Dzulhijjahh |
Betapa besar rahmat Alloh kepada hamba-Nya. Dengan puasa sehari, Alloh memberikan ampunan dua tahun dosa kecil. Karena itu para ulama salaf sangat memuliakan Hari Arafah. Imam al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Puasa Arafah dapat menjadi penghapus dosa dua tahun, khususnya dosa-dosa kecil. Selain berpuasa, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak doa. Dalam hadits disebutkan:
Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR Tirmidzi)
Imam al-Mubarakfuri dalam Syarah Tuhfah al-Ahwadzi menjabarkan bahwa doa yang dipanjatkan di Hari Arafah memiliki keutamaan. Yakni mudah dikabulkan dan bernilai pahala yang besar.
Spirit Puasa Tarwiyah dan Arafah sejatinya adalah spirit pengorbanan dan kepasrahan total kepada Alloh sat. Kita diingatkan pada keteladanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam yang rela mengorbankan apa yang paling dicintainya demi menaati perintah Alloh.
Umat muslim juga harus mampu mengorbankan kesenangan syahwat. Nikmat makan dan minum demi membersihkan diri. Mendekatkan diri kepada Alloh ta’ala. Puasa mengajarkan pengendalian hawa nafsu. Orang yang mampu menahan lapar karena Alloh akan lebih mudah menahan amarah, kesombongan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Inilah hakikat takwa.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan perut dan syahwat, tetapi juga menjaga mata, lisan, hati, dan seluruh anggota tubuh dari maksiat. Cara menghidupkan Hari Tarwiyah dan Arafah adalah dengan melaksanakan ibadah puasa, dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan doa untuk keselamatan umat Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....