Lebaran Ketupat 2026 Makna dan Tradisi di Indonesia

  • 27 Mar 2026 19:11 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Masyarakat Indonesia kembali bersiap menyambut tradisi Lebaran Ketupat 2026, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan Hari Raya Idul Fitri. Selain identik dengan sajian ketupat dan opor ayam, momen ini juga sarat makna budaya dan religius.

Berdasarkan kalender Hijriah, Lebaran Ketupat diperingati setiap 8 Syawal atau sepekan setelah Idul Fitri. Untuk tahun 2026, perayaan ini jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026, mengikuti penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21 Maret 2026..

Lebaran Ketupat, yang juga dikenal dengan istilah Kupatan, berkembang kuat di masyarakat Jawa dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Tradisi ini biasanya dirayakan dengan menggelar doa bersama, kenduri, hingga berbagi makanan kepada tetangga.

Secara filosofis, ketupat memiliki makna mendalam. Dalam budaya Jawa, kata “kupat” diartikan sebagai ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Anyaman janur yang membungkus ketupat melambangkan kerumitan kesalahan manusia, sementara isi beras putih di dalamnya mencerminkan hati yang kembali bersih setelah menjalani Ramadan.

Selain itu, Lebaran Ketupat juga berkaitan dengan anjuran menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Setelah menyelesaikan puasa tersebut, masyarakat merayakannya sebagai bentuk syukur dengan menyajikan hidangan khas dan mempererat tali silaturahmi.

Di berbagai daerah, perayaan ini bahkan dikemas dalam bentuk festival budaya, seperti arak-arakan ketupat hingga kegiatan wisata lokal yang menarik perhatian masyarakat luas.

Dengan demikian, Lebaran Ketupat tidak hanya menjadi tradisi kuliner semata, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan, saling memaafkan, dan menjaga warisan budaya yang telah turun-temurun di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....