Hakikat Hari Raya dalam Agama Islam
- 18 Apr 2026 07:23 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Dalam islam ada dua hari raya yang di syariatkan yaitu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha, Sedang hari raya idul fitri merupakan hari besar umat Islam yang menandai berakhirnya bulan puasa ramadan, sedangkan idul adha adalah salah satu hari raya besar umat islam yang dirayakan setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah dalam kalender hijriyah. hari ini sering disebut juga sebagai hari raya kurban.
Idul adha berkaitan dengan kisah ketaatan Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah. Namun, sebelum pengorbanan itu terjadi, Allah menggantinya dengan seekor hewan.
Dalam kajian Mutiara Pagi Pro 1 rri Jambi Ustad H. Taufik Rahman menjelaskan uraian tema yaitu ada beberapa hakikat hari raya diantaranya :
| Baca juga: Hukum Thariqah dalam Islam |
1. Kembali kepada nilai kebaikan
Hari raya menjadi momen untuk kembali ke fitrah—membersihkan diri dari kesalahan, memperbaiki sikap, dan meningkatkan keimanan.
2. Rasa syukur
Merayakan hari raya adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat, seperti kesempatan berpuasa di Ramadan atau kemampuan berkurban.
3. Kebersamaan dan silaturahmi
Hari raya mempererat hubungan antar manusia—keluarga, tetangga, dan masyarakat—melalui saling berkunjung dan bermaafan.
| Baca juga: Ilmu yang Wajib di Pelajari |
4. Kepedulian sosial
Ada unsur berbagi, seperti zakat dan kurban, yang menekankan pentingnya membantu sesama, terutama yang membutuhkan.
5. Introspeksi dan perubahan diri
Hakikatnya adalah bukan hanya merayakan satu hari, tapi menjadikan hari raya sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
di akhir ia menekan kan agar kita tetap istiqomah atas apapun yang sudah kita lakukan di bulan ramadhan, di bulan syawal dan hari adalah waktu yang tepat untuk perubahan diri menuju kebaikan, memperkuat hubungan dengan Tuhan, dan mempererat hubungan dengan sesama manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....