Brengkes Tempoyak Seluang Kuliner Tradisional Sepanjang Sungai Batanghari
- 09 Mar 2026 14:03 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Berbuka puasa dengan Brengkes Seluang adalah pilihan yang menggugah selera karena perpaduan rasa pedas, asam, dan gurihnya dapat membangkitkan nafsu makan setelah seharian berpuasa. Ikan seluang yang kaya protein juga baik untuk memulihkan energi tubuh.
Berikut adalah panduan praktis menyiapkan Brengkes Seluang untuk menu berbuka puasa :
Tips Persiapan Agar Tidak Amis
Untuk memastikan hidangan nikmat saat berbuka, lakukan persiapan berikut :
Bersihkan Ikan : Buang insang dan isi perut ikan seluang.
Marinasi : Lumuri ikan dengan perasan jeruk nipis dan garam selama 5–15 menit sebelum dicampur bumbu untuk menghilangkan bau amis.
Gunakan Rempah Melimpah : Perbanyak kunyit, jahe, dan serai dalam bumbu halus untuk memberikan aroma segar dan menekan aroma ikan sungai.
Pilihan Variasi Resep
Anda bisa memilih variasi sesuai selera keluarga:
Brengkes Tempoyak (Khas Jambi) : Menggunakan fermentasi durian (tempoyak) yang dicampur dengan cabai, kunyit, dan sedikit gula. Rasanya asam-pedas-manis yang unik.
Brengkes Kelapa : Jika tidak menyukai tempoyak, Anda bisa menggunakan campuran kelapa parut muda untuk tekstur yang lebih creamy dan gurih.
Sejarah Brengkes Seluang berakar erat pada tradisi masyarakat Jambi yang hidup di sepanjang aliran Sungai Batanghari. Kuliner ini bukan sekadar hidangan, melainkan simbol kearifan lokal dalam mengolah sumber daya alam sungai secara turun-temurun.
- Asal-Usul Nama dan Pengaruh Budaya
Istilah "Brengkes": Kata ini diserap dari bahasa Jawa yang berarti memasak ikan dengan bumbu rempah yang dibungkus daun pisang (serupa dengan pepes di Sunda atau pais di daerah lain).
Ikan Seluang: Pemilihan ikan seluang (ikan sungai kecil) mencerminkan kondisi geografis Jambi yang didominasi daerah aliran sungai. Ikan ini sangat melimpah dan menjadi konsumsi harian masyarakat tradisional Jambi sejak masa lampau. - Jejak Tradisi Masyarakat Sungai
Budaya "Bekarang": Sejarah brengkes seluang tak lepas dari tradisi Bekarang, yaitu aktivitas menangkap ikan bersama-sama menggunakan alat tradisional yang sudah ada sejak tahun 1970-an, bahkan jauh sebelumnya. Hasil tangkapan seperti seluang kemudian diolah menjadi brengkes untuk dinikmati bersama keluarga.
Peran Tempoyak: Sebagai daerah penghasil durian, masyarakat Jambi mengembangkan teknik fermentasi durian menjadi Tempoyak. Penggunaan tempoyak dalam brengkes seluang merupakan bentuk adaptasi budaya untuk mengawetkan hasil alam sekaligus menciptakan cita rasa khas Jambi yang asam-gurih. - Pelestarian Budaya
Simbol Kebudayaan: Brengkes ikan dianggap sebagai "cara perempuan menyangga kebudayaan" di Jambi. Hingga kini, memasak brengkes menggunakan alat tradisional dan kayu bakar menjadi ritual penting dalam acara adat, seperti pembukaan Festival Suku Batin IX.
Warisan Turun-Temurun: Hidangan ini terus diwariskan dari generasi ke generasi, terutama di wilayah Seberang Kota Jambi, sebagai bagian dari identitas kuliner Melayu Jambi.