Usia 1-5 tahun Fase Krusial Tumbuh Kembang Anak
- 10 Feb 2026 19:05 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Perilaku anak yang banyak tanya sering kali membuat orang tua kewalahan. Di tengah lelah dan rutinitas harian, pertanyaan anak yang datang bertubi-tubi kerap dianggap mengganggu. Tak jarang, respons yang muncul justru berupa teguran atau kemarahan.
Padahal, anak banyak tanya merupakan bagian penting dari perkembangan di masa emasnya. Di usia 1 hingga 5 tahun adalah fase krusial dalam tumbuh kembang anak. Pada periode ini, perkembangan anak mencakup tiga ranah utama, yaitu fisik dan motorik, kognitif dan bahasa, serta sosial dan emosional.
Di usia tersebut, rasa ingin tahu anak sangat tinggi. Anak banyak tanya, ingin mencoba hal baru, bahkan kadang memiliki imaginary friend. Semua itu sebenarnya wajar dan merupakan bagian dari perkembangan kognitif serta bahasanya.
Anak usia dini berada pada fase eksplorasi. Mereka ingin memahami dunia di sekitarnya melalui pertanyaan, cerita, dan percobaan sederhana. Kemampuan bertanya menunjukkan bahwa anak sedang belajar mengolah informasi, menghubungkan sebab-akibat, serta melatih kemampuan berbahasa.
Jika orang tua merespons pertanyaan anak dengan nada kesal atau mengabaikannya, anak bisa menangkap sinyal negatif. Anak bisa merasa bersalah, takut mengganggu orang tua, atau akhirnya enggan bertanya dan mencoba hal baru. Hal ini berisiko mempengaruhi kepercayaan diri anak di kemudian hari, terutama saat memasuki usia prasekolah.
Selain kognitif, perilaku anak banyak tanya juga berkaitan erat dengan perkembangan sosial dan emosional. Pada usia 1 - 5 tahun, anak mulai mengenal berbagai emosi seperti marah, sedih, dan senang. Mereka juga belajar bagaimana mengekspresikan perasaan tersebut.
Regulasi emosi pada usia ini masih berkembang, sehingga tantrum masih kerap terjadi. Namun, secara teori, tantrum seharusnya mulai berkurang dan menghilang di usia 4 tahun karena anak sudah mampu mengomunikasikan apa yang dirasakannya.
Kalau sampai usia 4 tahun tantrum masih sering terjadi, disertai anak sulit fokus, tidak tertarik berteman, atau susah mengikuti aturan, orang tua sebaiknya mulai berkonsultasi ke profesional.
Perkembangan psikososial anak usia dini terbagi menjadi dua tahap. Pada usia 18 bulan hingga 3 tahun, kebutuhan utama anak adalah kemandirian. Anak ingin melakukan banyak hal sendiri, meski belum sempurna.
| Baca juga: Obesitas adalah Penyakit Multifaktorial |
Sementara pada umur 3 s.d 5 tahun, rasa ingin tahu anak meningkat pesat. Di fase ini, respons orang tua sangat menentukan. Terlalu sering melarang atau memarahi justru dapat membuat anak ragu, takut salah, dan kehilangan keberanian untuk bereksplorasi. Hal-hal yang dilakukan orang tua di usia ini bisa membentuk karakter anak hingga dewasa.
Orang tua kerap fokus pada stimulasi kognitif seperti membaca, berhitung, atau sains. Padahal, stimulasi anak sebaiknya seimbang, mencakup fisik, bahasa, seni, sosial, dan kognitif. Anak banyak tanya bukan berarti harus selalu dijawab dengan sempurna. Orang tua bisa mengajak anak berdiskusi, mencari jawaban bersama, atau memberi respons sederhana namun penuh perhatian.
Dengan memahami bahwa anak banyak tanya adalah bagian penting dari masa emas, orang tua diharapkan lebih sabar dan suportif. Dukungan yang tepat akan membantu anak tumbuh percaya diri, aktif belajar, dan berkembang secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....