Transformasi Digital: Kunci Modernisasi Pertanian di Era 2026
- 30 Apr 2026 10:15 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi – Sektor pertanian di Indonesia kini telah memasuki babak krusial dengan adopsi teknologi digital. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi petani untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta tuntutan produktivitas yang lebih tinggi.
Hal tersebut disampaikan oleh Pengawas Benih Tanaman (PBT) Terampil BRMP Jambi, Icha Viasti Mabrukah, dalam dialog di Pro 1 RRI Jambi, Rabu (22/4/2026). Menurut Icha, transformasi menuju smart farming kini bertumpu pada empat pilar utama:
- Internet of Things (IoT): Memungkinkan perangkat pertanian terhubung secara real-time, sehingga petani dapat memantau dan mengelola lahan melalui ponsel pintar atau komputer.
- Sensor Tanah: Teknologi ini berfungsi mengukur kelembaban, suhu, pH, hingga kadar nutrisi tanah (N-P-K), bahkan mendeteksi dini penyakit pada tanaman.
- Drone: Memanfaatkan pesawat tanpa awak untuk efisiensi pemupukan dan penyemprotan pestisida secara presisi pada titik lahan yang membutuhkan saja.
- Data Analitik & AI: Mengolah data lapangan untuk menghasilkan keputusan operasional yang lebih tepat, efisien, dan berkelanjutan.
Meski menjanjikan, Icha mengakui adanya sejumlah tantangan yang menghambat implementasi teknologi ini. Di antaranya adalah rendahnya literasi digital, akses internet yang belum stabil di pedesaan, serta resistensi dari petani tradisional yang masih nyaman dengan metode konvensional.
"Ada kesenjangan digital antara petani milenial dan petani senior. Selain itu, muncul kekhawatiran mengenai keamanan data dan risiko kegagalan panen saat mencoba metode baru," jelas Icha.
Icha menekankan pentingnya langkah kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan petani. Peran pemerintah melalui penyuluhan dan subsidi alat pertanian sangat krusial untuk mendorong petani modern. Diharapkan, teknologi ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memutus rantai pasok yang panjang dan memperluas akses pasar.
Sebagai penutup, Icha mengajak masyarakat untuk melihat langsung penerapan teknologi smart farming yang telah berjalan di kantor BRMP Jambi. "Teknologi digital menawarkan peluang emas bagi petani kita untuk menjadi lebih modern dan produktif," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....