Pemerintah Kota Sungai Penuh Perkuat Intervensi Stunting
- 16 Feb 2026 09:35 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif yang menyasar ibu hamil, remaja putri, hingga balita.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, mengatakan percepatan penurunan stunting dilakukan secara terintegrasi bersama lintas sektor. Upaya tersebut mencakup penanganan sejak masa kehamilan hingga pemenuhan gizi balita.
“Untuk intervensi spesifik, penanganan dimulai sejak ibu hamil. Jika ditemukan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis maupun anemia, maka diberikan Pemberian Makanan Tambahan, baik PMT pabrikan dari pemerintah pusat maupun PMT lokal yang sudah dianggarkan di setiap desa,” ujar Gunardi, Senin 16 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selain menyasar ibu hamil, program pencegahan juga diberikan kepada remaja putri. Baik yang masih bersekolah maupun tidak, diwajibkan mengonsumsi tablet tambah darah dua kali dalam seminggu. Program tersebut telah dilaksanakan di seluruh sekolah, mulai tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Gunardi menambahkan, untuk balita yang terdeteksi mengalami kurang gizi atau berada di bawah minus dua standar deviasi, pemerintah memberikan PMT secara rutin, baik lokal maupun pabrikan.
“Langkah ini dilakukan agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan pertumbuhan mereka. Untuk imunisasi, capaian kita sudah 100 persen imunisasi dasar lengkap bagi balita hingga usia lima tahun,” katanya.
Selain intervensi spesifik, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menjalankan intervensi sensitif sebagai langkah jangka panjang. Program tersebut meliputi KB pasca persalinan, peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi keluarga kurang mampu, serta pendampingan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh (TP3S).
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkot Sungai Penuh optimistis angka stunting di daerah itu dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan.