Permodalan Menjadi Kendala Perkembangan Koperasi Merah Putih
- 05 Nov 2025 11:24 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Sejak resmi dibentuk kelembangaannya pada Juli 2025 lalu, hingga saat ini pengembangan koperasi merah putih di Kabupaten Muaro Jambi masih terfokus pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) maupun fasilitas untuk gudang koperasi, sementara untuk operasional koperasi, masih sangat minim karena masih terkendala dengan permodalan.
Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Tangkit Baru Kabupaten Muaro Jambi Andi Almukarram mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kuangan, akses permodalan yang diberikan oleh Bank Himbara dibebankan bunga sebesar 6 persen kepada Koperasi,sementara besaran bunga tersebut dinilai masih memberatkan pihak koperasi, sehingga pihaknya belum melakukan proses pengajuan permodalan kepada Bank Himbara tersebut.
"Sejauh ini operasonal koperasi merah putih Desa Tangkit Baru masih mengoptimalkan permodalan dari anggota, menjelang adanya dinamika perubahan regulasi, terkait permodalan tersebut,” ungkap Andi, Rabu (05/11/25).
Andi menyebutkan, keberadaan Koperasi Merah Putih di Desa Tangkit Baru mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, saat ini ada sekitar 100 orang dari berbagai kalangan yang sudah tergabung menjadi anggota Koperasi.
“Selain mengoptimalkan modal dari anggota, kami juga didukung oleh pihak swasta dan BUMN, dengan membuka 5 unit usaha seperti gerai sembako, gerai agen pupuk, klinik, apotek, dan pangkalan gas,” jelasnya.