Tahapan Mengenal Allah: Jalan Membersihkan Hati hingga Mendekat kepada-Nya

  • 11 Mar 2026 11:09 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Mengenal Allah merupakan tujuan utama penciptaan manusia. Karena itu, seorang muslim tidak hanya dituntut memperbanyak ibadah, tetapi juga memahami tahapan untuk benar-benar mengenal Tuhannya.

Dai Cordofa Dompet Dhuafa, Ustaz Muhammad Agung Akhaz, menjelaskan terdapat tiga tahapan penting dalam mengenal Allah, yakni takhalli, tahalli, dan tajalli. Hal tersebut disampaikannya dalam program Syiar Ramadan di 91,2 FM Pro 1 RRI Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurutnya, tahapan pertama adalah takhalli, yaitu mengosongkan diri dari berbagai keburukan. Dalam tahap ini seseorang berusaha meninggalkan maksiat, kebiasaan buruk, serta penyakit hati yang dapat menghalangi kedekatan dengan Allah.

“Takhalli itu artinya mengosongkan diri dari keburukan-keburukan dalam hati, kebiasaan buruk, dan penyakit hati,” ujarnya.

Tahapan kedua adalah tahalli, yakni menghiasi diri dengan kebaikan. Setelah membersihkan diri dari keburukan, seorang muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, memperdalam ilmu, serta memperbaiki adab dan akhlak sesuai ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Sementara tahapan ketiga adalah tajalli, yaitu manifestasi atau tampaknya sifat-sifat kebaikan yang dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya. Menurut Agung, ketika seseorang telah membersihkan diri dari keburukan dan menghiasi diri dengan amal kebaikan, maka Allah secara perlahan akan menampakkan sifat-sifat kebaikan tersebut dalam dirinya.

Ia menambahkan, kesempurnaan akhlak itu tercermin dalam pribadi Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan bagi umat manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga mengingatkan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam Surah Az-Zariyat ayat 56. Namun menurut penafsiran Imam Ibnu Abbas, kata liya’budun dalam ayat tersebut juga dimaknai sebagai liya’rifun, yakni mengenal Allah.

Karena itu, mengenal Allah menjadi hal yang sangat mendasar dalam kehidupan seorang muslim. Ia menjelaskan, di alam kubur manusia tidak pertama kali ditanya mengenai banyaknya ibadah yang dilakukan, melainkan tentang siapa Tuhan yang disembah.

Menurutnya, proses mengenal Allah juga membutuhkan bimbingan para ulama dan guru agama yang merupakan pewaris para nabi.

Menutup pemaparannya, Agung mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah serta memperbaiki diri melalui amal, ilmu, dan akhlak.

“Barang siapa yang menuhankan Ramadan maka Ramadan akan pergi. Tapi barang siapa yang menuhankan Allah maka Allah itu kekal dan abadi,” ujarnya.

Ia berharap semangat beribadah tidak hanya berlangsung selama Ramadan, tetapi terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berlalu.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita