Niat Zakat Fitrah Ramadan 2026: Bacaan, Waktu, dan Ketentuannya

  • 11 Mar 2026 07:01 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Umat Islam yang menjalankan ibadah Ramadan 1447 Hijriah mulai mempersiapkan kewajiban zakat fitrah menjelang Idulfitri. Selain mengetahui besaran zakat fitrah 2026, masyarakat juga perlu memahami bacaan niat zakat fitrah serta waktu pelaksanaannya sesuai ketentuan syariat.

Zakat fitrah merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim yang mampu. Ibadah ini tidak hanya berfungsi menyucikan diri setelah menjalankan puasa Ramadan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS, besaran zakat fitrah Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp50.000 per jiwa. Nilai tersebut setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium yang menjadi ukuran zakat fitrah di Indonesia.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perkembangan harga beras di berbagai wilayah. “Setelah melalui kajian mendalam serta pertimbangan yang cermat, BAZNAS RI menetapkan nilai zakat fitrah sebesar Rp50 ribu per jiwa,” ujar Noor Achmad dalam keterangan tertulis yang dipublikasi website resmi baznas.go.id.

Ia menegaskan bahwa nilai tersebut menjadi pedoman bagi pengumpulan zakat fitrah melalui lembaga resmi. “BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota, serta Lembaga Amil Zakat dapat menggunakan besaran tersebut sebagai acuan penerimaan zakat fitrah,” ucapnya.

Dalam kajian fikih Islam, zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan. Laman NU Jawa Barat menjelaskan ibadah ini bertujuan menyucikan jiwa setelah Ramadan sekaligus membantu masyarakat yang kurang mampu menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kewajiban zakat juga ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 43. Ayat tersebut memerintahkan umat Islam untuk menegakkan salat dan menunaikan zakat sebagai bagian dari kewajiban agama.


Niat zakat fitrah harus diucapkan dalam hati dan dianjurkan untuk dibaca sebagai penguat.

Adapun niat zakat fitrah pada dasarnya dibaca dalam hati ketika seseorang menunaikan zakat. Namun para ulama menganjurkan melafalkannya sebagai penguat niat ibadah.

Niat untuk diri sendiri:

Untuk diri sendiri, niat zakat fitrah berbunyi:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Nawaitu an ukhrija zakat al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala,” yang berarti Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta‘ala.

Niat untuk keluargaa:

Sedangkan bagi kepala keluarga yang membayarkan zakat bagi anggota keluarga, niatnya dapat dibaca:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Nawaitu an ukhrija zakat al-fitri ‘anni wa ‘an jami’i ma talzamuni nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala.”

Para ulama juga menjelaskan bahwa pembayaran zakat fitrah memiliki beberapa waktu dalam ketentuan fikih. Waktu yang paling utama adalah setelah salat Subuh pada Hari Raya Idulfitri hingga sebelum pelaksanaan salat Id.

Namun zakat fitrah sudah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan. BAZNAS menyatakan zakat tersebut harus disalurkan kepada mustahik paling lambat sebelum khatib naik mimbar pada pelaksanaan salat Idulfitri.

Rekomendasi Berita