JPO JIS–Ancol Jadi Ikon Baru Jakarta Utara
- 13 Feb 2026 19:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) JIS–Ancol diharapkan menjadi ikon baru Jakarta Utara, dan memperkuat posisi kawasan JIS–Ancol sebagai pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan pariwisata bertaraf internasional. Lebih dari sekadar infrastruktur, JPO tersebut merepresentasikan komitmen Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dalam membangun kota yang terhubung, inklusif, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Kehadiran JPO tersebut menjadi langkah strategis dalam transformasi Jakarta menuju kota global, dengan menempatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki sebagai prioritas utama,” kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin, di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut Iwan, dirancang sebagai perpanjangan arsitektur JIS, JPO JIS–Ancol mengadopsi bahasa visual stadion secara utuh. Fasadnya berfilosofi kearifan lokal Betawi terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan, ornamen Gigi Balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan.
Pendekatan tersebut memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern namun berakar pada nilai lokal. Dengan konsep desain yang menyatu, JPO ini bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan elemen pengalaman kawasan.
“Desain JPO JIS–Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion, menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol,” ujar Iwan.
Iwan menjelaskan, pada malam hari JPO akan dilengkapi sistem pencahayaan terintegrasi dengan skema lampu stadion, menghadirkan lanskap visual ikonik di utara Jakarta. Sebagai BUMD yang mengemban penugasan strategis pembangunan kota, Jakpro memastikan JPO JIS–Ancol dirancang dan dibangun mengacu pada standar konektivitas kota global.
“Prinsip integrasi antarmoda, walkability, keselamatan,
kenyamanan, serta aksesibilitas universal menjadi landasan utama perencanaan. Pendekatan ini sejalan dengan praktik terbaik kota-kota dunia yang menempatkan infrastruktur pejalan kaki sebagai elemen kunci sistem mobilitas perkotaan berkelanjutan, sekaligus memperkuat last-mile connectivity di kawasan strategis Jakarta Utara,” ujar Iwan.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan, secara fungsional, JPO tersebut berperan penting dalam mengelola arus besar pengunjung. Sebagai stadion multipurpose yang menyelenggarakan konser internasional dan ajang
olahraga bergengsi, JIS membutuhkan konektivitas yang aman dan efisien menuju kantong parkir serta destinasi wisata.
JPO JIS–Ancol menjawab kebutuhan tersebut dan
memperkuat citra kawasan sebagai pusat olahraga dan hiburan terpadu dengan standar fasilitas setara kota-kota besar dunia. Konektivitas kawasan semakin optimal melalui integrasi transportasi publik mulai dari KRL, Transjakarta, hingga dukungan area parkir di Ancol yang memudahkan akses masyarakat dan wisatawan.
“Dengan konektivitas yang terintegrasi, pengunjung lokal maupun mancanegara dapat menikmati seamless experience saat menghadiri acara
berskala besar di Jakarta, sekaligus mendukung berbagai agenda strategis kota,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium dengan kawasan wisata Ancol pada 25 Januari 2026.