Ini Kata Hanif Faisol Terkait Longsor TPST Bentar Gebang

  • 08 Mar 2026 23:47 WIB
  •  Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq gerak cepat (gercep) meninjau langsung lokasi musibah longsor di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Minggu, 08 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif Faisol Nurofiq menerima laporan ada empat orang pekerja meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran sampah. Keempat korban tersebut diketahui bernama Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedie Sutrisno (22), dan Iwan Supriatin (40).

Hanif Faisol dengan tegas menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah ke depan.

"Ini harus menjadi pelajaran pahit bagi kita semua. Kita berduka atas musibah ini. Mudah-mudahan di bulan puasa ini almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ujar Hanif di lokasi, sebagaimana dikutip dari press releasenya.

Dalam kesempatan itu, Hanif juga menyoroti besarnya volume sampah yang masuk ke Bantargebang yang mencapai sekitar 8.000 ton per hari. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa diubah secara instan, namun harus dilakukan secara bertahap.

Ia menegaskan bahwa ke depan TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah anorganik, sementara sampah lainnya wajib dipilah sejak dari sumbernya.

"Kita pastikan secara gradual bahwa Bantargebang harus berubah. Ke depan hanya boleh sampah anorganik yang masuk, sisanya wajib dipilah," katanya.

Hanif mengatakan bahwa pemerintah telah memulai proyek percontohan pengelolaan sampah di kawasan Rorotan. Di lokasi tersebut telah tersedia fasilitas pengolahan sampah, namun belum dapat beroperasi optimal karena sampah yang masuk masih tercampur.

Menurutnya, berbagai fasilitas pengolahan sebenarnya sudah tersedia, seperti teknologi Refuse Derived Fuel serta kerja sama dengan industri semen yang memiliki kapasitas pengolahan hingga sekitar 5.000 ton per hari.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh komponen pemerintah daerah di wilayah Jakarta untuk segera turun langsung ke lapangan menjalankan instruksi Presiden dalam Gerakan Nasional Penanganan Sampah.

"Mulai hari ini seluruh komponen daerah harus turun ke lapangan, lakukan pemilahan sampah dari hulu. Secanggih apa pun teknologinya, kuncinya tetap pemilahan sampah," jelasnya.



Rekomendasi Berita