Sekko Jakpus Ajak Mahasiswa Perangi Korupsi

  • 31 Jan 2026 18:49 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat, Denny Ramdany, mengajak mahasiswa Institut STIAMI berperan aktif dalam pemberantasan korupsi. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang menanamkan nilai integritas dan kejujuran.

Ajakan tersebut disampaikan Denny saat menjadi pembicara utama dalam seminar nasional HUT ke-15 Spesialisasi Mahasiswa Antikorupsi atau SIMAK Institut STIAMI. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Januari 2026.

Denny menegaskan, korupsi merupakan musuh bersama yang berdampak luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini. Generasi muda diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjunjung nilai kejujuran dan tanggung jawab.

Ia juga memaparkan berbagai upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menutup celah praktik korupsi. Salah satunya melalui perbaikan sistem keuangan dan penerapan transaksi non tunai di lingkungan pemerintahan.

Selain itu, pejabat eselon II dan III turut dilibatkan dalam edukasi antikorupsi kepada pelajar. Materi disampaikan melalui program Jumat Bersepeda KK yang menanamkan sembilan nilai integritas.

“Nilai-nilai ini kami dorong untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di keluarga,” kata Denny. Ia menilai pencegahan korupsi harus dimulai sejak usia dini.

Melalui forum seminar ini, Denny berharap lahir gagasan dan gerakan nyata dari kalangan kampus. Diskusi dinilai penting untuk memperkuat budaya antikorupsi di masyarakat dan pemerintahan.

Menutup paparannya, Denny menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. “Mari jadikan integritas sebagai pegangan utama menuju Jakarta dan Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan,” tutupnya.

Rekomendasi Berita