Warga Rorotan Memanfaatkan Tanggul BKT Menjadi Ruang Hijau
- 31 Jan 2026 19:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, JAKARTA - Petani garapan memanfaatkan lahan kosong di bahu Banjir Kanal Timur (BKT) menjadi ruang hijau untuk bercocok tanam.
Ada bermacam cara untuk memanfaatkan ruang kosong di Jakarta yang dapat dijadikan ruang hijau, seperti Saripudin (70) pria sepuh berinisiatif untuk memanfaatkan lahan di bahu BKT menjadi lahan bercocok tanam.
Saripudin bercerita sebelum BKT jadi seperti saat ini dirinya sudah mengembala kambing hingga berkebun di area BKT. Meskipun hanya iseng namun ia sejak tahun 1987 hingga saat ini masih konsisten memanfaatkan lahan kosong di bahu BKT.
"Ah, dulu kan ini enggak ada yang garap, enggak ada yang doyan. Dari pada kita iseng-iseng, sambil miara kambing dari tahun 1987," kata Saripudin kepada RRI Jakarta, Sabtu 30 Januari 2026.
Meskipun tak luas lahan yang digarap Saripudin, sekitar 2000 meter, namun ia dapat menanam beberapa hasil tanaman yang dapat dikonsumsi masyarakat, sepeti singkong, pisang, labu, hingga timun suri.
"Yang nandur apa bae, singkong, , pisang, labu, timun suri, tuh ceblok-ceblokin aja daripada nganggur, " ujar Saripudin.
Dari hasil tanaman ini ia pun tidak berharap banyak dari pengsilan menghijaukan lahan kosong tempat aliran air dari hulu yang bermuara di pesisir Jakarta Utara ini.
Terkadang Saripudin merugi tidak mendapatkan hasil karena tanaman yang ditanam tidak berhasil dipanen karena terseret banjir. Resiko yang harus diambil jika mengais rezeki di bahu BKT.
"Kadang terkena banjir, karena ujan terus jadi engga bisa panen, " kata Saripudin.
Sebagai petani lahan garapan, Saripudin sadar, hasil yang didapat kurang menjanjikan untuk berharap lebih, apa lagi berharap bantuan dari pemerintah.
"Yaudah begini aja disyukuri gak mau macem-macem dati pada nganggur kitamah, " kata Saripudin.