Gubernur Pramono Dorong Pelestarian Kuliner Betawi
- 07 Mar 2026 19:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, terus mendorong pelestarian kuliner Betawi, termasuk dodol. Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri acara Ngaduk Dodol Betawi di Dodol Nyak Mai, Jalan Moch Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat 6 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono bersama tokoh Betawi yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo atau Bang Foke, turut mengaduk dodol bersama para perajin. Ia mengaku terkesan dengan proses pembuatannya yang membutuhkan tenaga serta waktu yang panjang.
“Barusan saya diundang sekaligus mengaduk dodol dan rupanya tidak ringan. Saya terkesan sekali karena bagi warga Betawi, dodol ini sebenarnya bagian dari konsep gotong royong,” ujar Gubernur Pramono.
Proses pembuatan dodol secara tradisional membutuhkan waktu sekitar 8-10 jam. Adonan yang terdiri dari tepung beras ketan, gula merah, santan kelapa, dan garam dimasak dalam kuali besar di atas api kayu bakar hingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis khas Betawi.
Dodol Nyak Mai sendiri merupakan usaha turun-temurun yang berada di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. Usaha ini dirintis oleh Nyak Mai pada awal 1990-an dan kini diteruskan oleh generasi kedua, yakni Mpok Djuanih dan Bang Udin.
Menurut Gubernur Pramono, Dodol Nyak Mai memiliki cita rasa khas dan telah dikenal luas oleh masyarakat. Ia bahkan mengaku kerap membawa dodol tersebut untuk keluarganya.
“Saya sudah pernah mencoba dodol Nyak Mai ini, memang luar biasa enak. Kenyalnya pas dan manisnya juga tidak berlebihan,” katanya.
Gubernur Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pengembangan usaha kuliner tradisional seperti Dodol Nyak Mai. Dukungan tersebut termasuk melalui modernisasi peralatan produksi tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya. Bahkan, Pemprov DKI juga siap memberikan dukungan apabila diperlukan, termasuk bantuan peralatan produksi serta penguatan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Nanti saya minta Kepala Dinas UMKM untuk mempelajari ini dan menyiapkan dukungan yang diperlukan. Hal seperti ini memang perlu pemerintah daerah turun tangan agar para pelaku usaha menjadi lebih berdaya,” ucap Pramonl.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono mendorong agar kuliner khas Betawi punya kemasan dan strategi pemasaran yang lebih menarik, sehingga dapat menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta. Ia juga berencana menjadikan Dodol Nyak Mai sebagai salah satu sajian dalam berbagai acara resmi di Balai Kota.
“Kuliner Betawi sebenarnya banyak yang enak, tetapi belum dipasarkan dengan baik. Kita perlu membuat kemasan yang lebih menarik agar siapa pun yang datang ke Jakarta bisa mencoba dodol ini,” ujar Pramono.
Dodol Betawi dikenal sebagai “kue gotong royong” karena proses pembuatannya biasanya dilakukan secara bersama-sama dalam jumlah besar. Tanpa menggunakan bahan pengawet, dodol tradisional ini dapat bertahan sekitar dua hingga tiga minggu jika disimpan dengan baik.