Ratusan UMKM Ikuti Program Desa Emas 2026

  • 24 Feb 2026 19:13 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026, dengan mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.

Workshop dan Optimalisasi Pelatihan Pembuatan Hampers hingga pemasaran tersebut diprakarsai INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara (YIS) dilaksanakan di Gedung Yudha Karya Bakti Negara, Jl. Ahmad Yani Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka.

Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan megiatan kick off tersebut merupakan langkah awal peluncuran program dengan tujuan dengan dukungan dari stakeholder pemerintah desa, para UPD terkait dan para peserta yang telah lolos kurasi.

"Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan hampers produk hilirisasi untuk mengoptimalkan pemasaran di hari raya idul fitri lewat workshop ini diharapannya dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok usaha desa khususnya di Kabupaten Majalengka," ujar Sandiaga Uno, melalui keterangqn tertulis, Selasa, 24 Februari 2026.

Sandiaga berharap, Program Desa EMAS dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa dengan memberdayakan pelaku masyarakat melalui pengembangan produk unggulan yang berbasis pada potensi lokal.

"Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," katanya.

Beberapa manfaat dari Program Desa EMAS sendiri diantaranya yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui pengembangan produk unggulan, memberdayakan pelaku UMKM dengan pelatihan dan akses ke pasar, dan Mendorong perluasan pemasaran produk kerajinan agar lebih meluas.

Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan mengatakan pembangunan Kabupaten Majalengka saat ini berlandaskan visi "Majalengka Langkung Sae". Visi tersebut menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pilar utama dengan sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak utamanya.

"Mengembangkan ekonomi inklusif dan produktif, meningkatkan kemandirian pangan, memberikan kesempatan serta manfaat nyata bagi seluruh kalangan, terutama pelaku UMKM di desa," ujar Dena.

Ia menyebutnya menjalankan berbagai program yang selaras dengan Desa EMAS diantaranya yakni GASIK (Gerakan Start-Up Inovatif & Kompetitif) yang melibatkan 144 pelaku usaha dengan pemberian bantuan modal senilai Rp10 juta bagi 25 pemenang untuk mendorong UMKM naik kelas.

Lokal Go Viral: Strategi branding untuk memperkuat identitas visual dan pemasaran digital agar produk lokal dikenal luas. Serta Program MADU'E: Upaya mendorong produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar internasional (ekspor). "Kami juga memberikan dukungan fasilitas dengan penyediaan pendampingan NIB gratis, bantuan modal dari Baznas, serta fasilitas SIKIM (Sentra Industri Kecil dan Menengah) untuk standarisasi produksi," ujarnya.

Melalui kolaborasi antara Yayasan Indonesia Setara Inotek, Dompet Dhuafa, dan Pemda Majalengka, diharapkan program tersebut menjadi katalisator percepatan pembangunan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan.

"Sarana untuk mencetak kelompok usaha yang mandiri, inovatif, dan mampu menyerap tenaga kerja secara optimal. Langkah nyata untuk memastikan UMKM Majalengka tidak hanya "jago kandang", tetapi mampu bersaing di kancah nasional maupun global," katanya.

Aulia Putri dari KWT Mulya Mukti mengaku sangat tertolong dengan mengikuti program Desa Emas Majalengka. Pasalnya kegiatan tersebut selain mengajak masyarakat agar dapat menjadi enterpreneur, juga melatih UMKM dapat berinovasi agar produknya dapat bersaing dengan produk lain dari segi kualitas, rasa, packaging, hingga pemasaran.

"Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan.

Semoga dengan pelatihan ini usaha kita semakin berkembang dengan program," kata Aulia.

Workshop tersebut diikuti oleh sejumlah UMKM dari berbagai sektor diantaranya Pengolahan Perkebunan Mangga seperti KUB Aghnia Maja dan KUB Asboro. Pemasaran Produk Hilirisasi seperti Koperasi Sobat Sehati Majalengka dan KDMP Paniis Kecamatan Maja. Pengolahan Hasil Tani seperti KWT Edelweiss, KWT Seruni, KWT Mulya Mukti. Pengolahan Hasil Perikanan seperti Koperasi Randegan Ikan Sejahtera, Poklahsar Pindang Haji Ceceng, Poklahsar Sukaraharja.

Rekomendasi Berita