Kebutuhan Melonjak, KAI Logistik Tambah Kapasitas Kontainer

  • 08 Mar 2026 13:25 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Lonjakan kebutuhan distribusi barang konsumsi nasional mendorong KAI Logistik menambah kapasitas angkut kontainer pada layanan KALOG Plus. Langkah tersebut dilakukan untuk merespons pertumbuhan sektor industri konsumsi, khususnya Fast Moving Consumer Goods (FMCG), yang membutuhkan distribusi lebih cepat dan efisien.

Peningkatan kapasitas dilakukan pada rangkaian KA KALOG 3 yang melayani pengiriman barang antarkota. Melalui penyesuaian tersebut, frekuensi perjalanan kereta barang yang sebelumnya dua kali dalam sepekan kini ditingkatkan menjadi enam kali perjalanan setiap minggu.

Direktur Komersial KAI Logistik Fahdel Akbar mengatakan peningkatan frekuensi ini berdampak langsung pada kapasitas angkut kontainer perusahaan. Sejak 20 Februari 2026 frekuensi perjalanan KA KALOG 3 kami tingkatkan dari dua kali menjadi enam kali per minggu.

“Dengan penyesuaian ini, kapasitas angkut naik sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs per bulan menjadi sekitar 3.000 TEUs per bulan,” ujar Fahdel dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Maret 2026.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat peran kereta api dalam rantai pasok nasional, khususnya pada segmen distribusi antarkawasan atau middle mile logistics.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas tidak hanya bertujuan menampung kenaikan volume pengiriman barang, tetapi juga untuk memberikan kepastian jadwal serta layanan yang lebih konsisten bagi para pelanggan dari sektor industri.

Data internal perusahaan menunjukkan volume angkutan kontainer KAI Logistik sepanjang 2025 tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi nasional yang terus membaik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 5 Februari 2026, perekonomian Indonesia pada 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024. Peningkatan aktivitas produksi dan distribusi menjadi salah satu faktor pendorong naiknya kebutuhan layanan logistik.

“Tren peningkatan konsumsi juga tercermin dari laporan platform analitik pasar Compas yang menunjukkan nilai transaksi FMCG di platform digital melonjak hingga 168,7 persen sepanjang periode 2022–2025, dari Rp48 triliun menjadi Rp129 triliun,” ujarnya.

Dalam operasionalnya, layanan KA KALOG 3 melayani rute strategis Jakarta (Sungai Lagoa) menuju Surabaya (Kalimas) dengan titik transit di kawasan industri Klari, Karawang. Titik transit ini dibuka untuk mengakomodasi kebutuhan distribusi dari kawasan industri yang didominasi pelaku usaha FMCG.

“Peningkatan kapasitas tersebut dapat memperkuat peran KAI Logistik sebagai mitra distribusi bagi pelaku industri konsumsi nasional,” ujarnya.

Selain meningkatkan efisiensi pengiriman barang, penggunaan kereta api sebagai moda logistik juga dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Melalui konsep green logistics, transportasi berbasis rel dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus menekan kepadatan lalu lintas di jalur darat.

Rekomendasi Berita