Perkuat Kolaborasi, FiberStar Targetkan Peningkatan Layanan-Perluasan Homepass

  • 04 Mar 2026 22:36 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta : FiberStar menetapkan target pembangunan sekitar 750.000 homepass baru tahun 2026. Ini dilakukan sebagai langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas akses konektivitas di wilayah-wilayah prioritas.

Selain melanjutkan perluasan homepass secara bertahap, perusahaan juga menargetkan peningkatan penetrasi layanan dan utilisasi infrastruktur melalui penguatan kolaborasi dengan mitra ISP, dan pelaku usaha, serta penyelarasan ekspansi dengan kapasitas backbone dan jaringan metro agar setiap perluasan dapat dieksekusi lebih efektif dan siap memenuhi lonjakan permintaan layanan digital.

"Di 2026, fokus kami bukan hanya menambah cakupan, tapi juga mendorong penetrasi dan utilisasi jaringan, supaya investasi infrastruktur yang dibangun makin produktif bagi mitra Dan makin relevan bagi kebutuhan digital masyarakat. Sebagai neutral carrier, kami ingin Mitra bisa lebih cepat memperluas layanan, sementara kami memastikan fondasinya siap dan andal," ujar Yudo Satrio, Network Planning Department Head FiberStar, Rabu, 4 Maret 2026.

Yudo menjelaskan, tantangan seperti proses perizinan, kondisi konstruksi lapangan, hingga ketidakseimbangan permintaan antar wilayah telah diantisipasi melalui mitigasi agar pembangunan berjalan tepat waktu dan berkelanjutan.

"Eksekusi di lapangan punya banyak variabel, jadi mitigasi harus disiapkan sejak perencanaan. Tujuannya supaya rollout tetap on track dan pembangunan berkelanjutan," katanya.

Sebagai penyedia infrastruktur netral yang melayani operator, ISP, pelaku bisnis hingga ekosistem digital lintas sektor, FiberStar menyatakan akan terus mengambil peran dalam pemerataan akses broadband di Indonesia melalui pembangunan jaringan yang merata dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.

Sepanjang 2025, jumlah homepage FiberStar meningkat menjadi 3.360.119 titik, naik dari 2.303.553 pada 2024 atau tumbuh 45,9% (YoY). Pada saat yang sama, capaian home connected melonjak menjadi 489.211 pelanggan tersambung, dari 322.150 pada 2024 atau tumbuh 51,9% (YoY), lebih cepat dibanding laju pertumbuhan homepass.

Kondisi ini tercermin pada rasio pemanfaatan jaringan atau take rate (home connected dibanding homepass) yang naik dari sekitar 14,0% pada 2024 menjadi sekitar 14,6% pada 2025. Peningkatan ini menggambarkan utilisasi infrastruktur yang makin sehat, seiring meningkatnya penetrasi layanan pada mitra ISP dan pelaku usaha yang memanfaatkan jaringan FiberStar sebagai tulang punggung operasional digital di berbagai area strategis.

"Yang kami jaga bukan hanya seberapa luas jaringan bertambah, tapi seberapa efektif jaringan itu dipakai. Di 2025, pertumbuhan home connected lebih cepat dibanding pertumbuhan hompass, ini menunjukkan utilisasi makin solid dan jaringan yang dibangun benar-benar dimanfaatkan," ucap Yudo.

Sejalan dengan tren tersebut, FiberStar juga melaporkan panjang jaringan fiber yang kini mencapai 64.497.562 meter atas tala sekitar 64.498 km. Pengembangan dilakukan melalui trase baru dan penguatan berlapis dari backbone, jaringan metro hingga last mile bersama mitra strategis, untuk memperkuat konektivitas antar wilayah dan menjaga konsistensi kualitas layanan di area dengan pertumbuhan permintaan yang tinggi.

"Utilisasi yang sehat harus ditopang desain jaringan yang siap dari hulu ke hilir. Karena itu kami memperkuat backbone, metro, sampai last mile agar kapasitas lebih merata dan kualitas tetap konsisten ketika traffic tumbuh," ucap Yudo.

Rekomendasi Berita