Pengmas UI Persiapkan UMKM Jakarta Menuju Kota Global

  • 04 Okt 2024 22:40 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Depok: Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) telah menyentuh masyarakat kota, utamanya pelaku UMKM di Jakarta, sebagai bentuk Pengmas UI kepada masyarakat. Pada kegiatan Pengmas ini, SKSG mempelajari permasalahan UMKM masyarakat kota, dan memberikan ilmu bagaimana cara survive dan berkembang ditengah gejolak pasar global.

Adapun masyarakat yang telah disentuh oleh Pengmas SKSG UI yaitu di Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Diantaranya, pelaku UMKM Setu Babakan, Rusun Tambora, Keroncong Tugu, dan Kampung Tugu.

Hal tersebut disampaikan, Palupi Lindiasari Samputra, Dosen di SKSG pada Talk show "Strategi dan Inovasi untuk Memberdayakan Masyarakat Kota" di Festival Pengmas UI 2024, di gedung Perpustakaan UI, Jumat (4/10/2024). Ia mengatakan, tantangan pada UMKM lokal Betawi ada pada kualitas sumber daya manusia, dan dukungan ekonomi.

Pada Pengmas yang telah dilaksanakan SKSG ditemukan bahwa, pelaku UMKM khas Betawi belum memiliki semangat gotong royong, malah bersaing satu sama lain. Padahal produk yang dijual sama, namun belum memiliki kesadaran untuk berubah dan mulai membangun bisnis yang sehat dan menguntungkan satu sama lain.

"Mereka sebenarnya sehari-hari sih tahu gimana caranya, tapi secara keilmuannya kan mereka belum paham. Sehingga biasanya yang saya temui itu mereka hanya bagaimana mengatasi gitu, jadi tidak ada upaya untuk gimana sih mitigasi kalau terjadi sesuatu," kata Palupi kepada RRI di lokasi.

Hal yang sama juga, lanjut Palupi ditemui pada komunitas musik keroncong, dan batik Betawi. Rata-rata penghambat berkembangnya UMKM Betawi maupun musik Betawi adalah faktor ekonomi, dan keilmuan SDM nya.

Dari segi ekonomi, menurut Palupi perlu ada support dari pemerintah agar pelaku UMKM maupun seni Betawi ini bisa bertahan dan berkembang. Sedangkan dari segi keilmuan untuk meningkatkan SDM, Pengmas UI dapat berpatisipasi dalam bentuk edukasi.

"Kemenparekraf perlu mendukung promosi agar UMKM Betawi tidak kalah pamor dengan produk luar. Disaat yang sama meningkatkan kualitas SDM juga perlu agar pelaku UMKM ini dapat berkembang menyosong Jakarta sebagai kota global," ujar Palupi.

Pelaku UMKM Betawi, dan Musik Betawi, sambung Palupi perlu membentuk Koperasi Pancasila. Berangkat dari semangat saling menolong satu dengan yang lainnya, koperasi ini bukan milik perorangan.

"Jadi koperasi ini milik semua, mulai dari pengurus hingga anggotanya. Kepemilikanya dan itu sama-sama, itu cita-cita saya sih kedepannya," ucap Palupi.

Membangun musik Betawi dan UMKM Betawi diuntungkan, kata Palupi, jika Jakarta ingin mentransformasi diri menjadi Kota Global. Karena unik, dan sudah menjadi identitas Jakarta, sehingga diharapkan mampu menjadi daya tarik turis manca negara datang ke Jakarta.

"Menurut saya sih dengan ciri khas yang kita miliki itu sudah menjadi identitas dan itu mahal. Justru itu yang menarik di global, karena unik," ucapnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita